Dear Kak @Ikafff

Desember 13, 2014

biarin inuyasha tiduran di rumput, kagome emang gak bakalan pernah jadi aku.

Azure, ikutan ini ya ya ya? :)))
Begitu kira-kira ajakan menarik kak ikaf suatu hari. Berkirim surat? Aha! Itu ide yang bagus. Tapi harus menceritakan apa? Hm, lama saya berpikir. Saya teringat punya jadwal wajib bersama seseorang untuk mengunjungi pantai setiap bulannya. Rutinitas itu kami lakukan karena kami punya kesenangan yang sama. Apa itu? Biar saya terakan.
Tiap orang punya momen paling puitiknya masing-masing. Jelas! Saya memperhatikan banyak hal, menjelajah ke selera orang-orang, mencoba menemukan sesuatu yang benar-benar membuat diri saya nyaman, momen yang merenggut semua kelelahan akan hidup ini, yang sungguh-sungguh bisa saya nikmati dengan hati paling bening.
Lalu suatu hari, seseorang mengajak saya ke sebuah pulau yang cukup sunyi di malam hari. Sejujurnya saya bukan tipe manusia yang senang melakukan hal-hal melankolis atau yang terkesan dramatis. Mungkin semacam adegan Rose di Titanic, merentangkan lengan lebar-lebar sambil menghirup angin asin di pagar kapal dengan seorang pria yang menjaganya dari belakang, atau nekat melepaskan perasaan ke puncak-puncak gunung hanya demi meneriakkan seluruh beban, menyampahi semesta dan berharap begitu turun dari sana, masalah tersebut melepaskan ikatannya,atau kabur ke tempat-tempat wisata saat sedang begitu marah dengan orang-orang rumah, melipat burung-burungan angsa setiap malam sambil menghitung berapa lama waktu yang saya habiskan demi menunggu seseorang, atau hal apalah yang semacamnya. Mungkin saya belum pernah benar-benar jatuh cinta.
Oh ya, pulau yang tadi saya bicarakan relatif masih sepi. Ada beberapa penginapan di sana, tapi yang terisi masih satu-dua. Seperti umumnya pantai yang indah, air di sana masih bening, belum banyak sampah terserak di sana-sini, pasirnya seputih tulang kita. Kesunyian benda-benda langit ditumpahkan seperti mata yang meneteskan cahaya matahari, sementara laut di sana menerimanya dengan segenap kedalaman.
Saya berbaring bebas di lembab pasir yang terasa seperti kasur kapuk dengan tanpa beban, tanpa diperintah, hanya karena orang tersebut mengarahkan telunjuknya sambil tersenyum ke angkasa dan saya memeluk senyum itu sambil mendongakkan kepala.
Akhirnya, di sanalah saya, telentang pasrah, dan bagai ditindih oleh semesta yang kali itu mendadak tampak jauh lebih luas dari yang mesti, jantung saya sulit berdegup rasanya. Angin laut bersilihan, dan membawa kecipak ombak bersekutu menyulam perasaan yang sulit diwakilkan jangankan dengan sebait puisi, sepotong kata saja sulit. Itu cinta? Ah, kak Ikaf tahu, kalau itu cinta, maka itulah untuk pertama kali saya benar-benar jatuh cinta pada sesuatu.
Saya benar-benar menyukai langit malam di atas lautan, jadi hobi berburu bintang-bintang sambil membiarkan angin malam menusuk-nusuk tulang. Saya suka malam, saya suka bintang. Saya pikir suatu hari jika hidup menggulung seluruh semangat, dan muncul hasrat untuk mengusaikan usia seketika itu juga, seseorang harus menculik saya ke suatu pantai, menampar muka saya, lalu sekali lagi meletakkan telunjuknya ke atas, mengatakan keras-keras, "Fiqah! Kau lihat ke sana, Tuhan belum menggulung semestamu! Satu bintang mungkin jatuh, tapi di atas sana tak kaupikir ada berapa ribu!?"
Begitulah. Sejak saat itu, kami mewajibkan diri untuk ke pantai setidaknya sekali sebulan. Dan karena curah hujan cukup tinggi beberapa pekan terakhir, November kemarin kami alpa. Untunglah tertebus di malam ini.

***

Jreng-jreng!! Cerita tamat. Waktunya untuk mengucapkan; Selamat hari Ika Fitriana Sedunia, kak Ikaf! Ulang tahun selalu jadi momen puitik tersendiri. Cuma bisa mengahadiahi doa dan catatan kecil ini. Tapi kata orang, doa-doa punya lengan yang panjang. Bisa menjangkau langit, orang-orang, dan masa depan dalam satu pelukan. Maka itu saya menitip doa lewat bintang-bintang di langit malam ini. Makassar cukup cerah. Bila saya menemukan satu bintang dijatuhkan, semoga itu tanda Allah telah mengirimkan kabulnya ke pelukan kak Ikaf. Sekali lagi, Selamat ulang tahun, Kakak yang baik dan ceria. Semoga bahagia senantiasa.


Akkarena, 13 Desember 2014


Azure Azalea

You Might Also Like

4 komentar

Say something!

Subscribe