Seperti Bulan Kenangan Matahari, Apa yang Malam Minggu Kenangkan Untukmu Kali Ini?

Mei 10, 2014

Bulan adalah kenangan matahari. -M. Aan Mansyur-

http://www.mobgenic.com


Tuhan melahirkanmu dengan mengizinkan kesunyian-kesunyian yang nyaring dan fasih bertengger di setiap percakapan-percakapan yang tak mau selesai. Kita tak bisa menuntaskan semua kata-kata kepada semua orang. Waktu tidak menyediakan dirinya untuk dipakai semua pertanyaan, dan mulut orang-orang juga tak pernah cukup lowong untuk dimukimi jawaban-jawaban. Cinta pula tak tersuguh untuk setiap temu dan setiap orang untuk jadi penyelesaian. Pada saatnya, suka tak suka, sunyi akan membawamu duduk bersisian di taman-taman relungmu sendiri. Berbagi kabar, menyalin gambar-gambar lampau, bertukar angan dan khayal, atau mengemas ulang air-air mata.

Sunyi akan terus membawamu duduk kembali. Seperti aku kini terpaksa bercakap lagi di bawah bulan sabit yang ranum, di ujung-ujung biasan matahari. Mengenang-ngenang pertemuan, perpisahan, menghitung-hitung waktu. Sudah seberapa banyak atau tinggal berapa lama lagi. Kau ingat, kenangan selalu jadi suara sunyi yang terakhir. Sebab kemana pun pikiranmu merapah, semua yang kau lihat, dengar, ucap, dan sangka berakhir sebagai riwayat. Tak ada yang baru dari masa depan kecuali membaharunya kenangan.

Sunyi akan terus membawamu dan aku duduk kembali. Mendengarkannya bicara sampai pikiran-pikiran sesaknya menyisakan rongga untuk kita bernapas lega. Sampai sabit yang kau lihat kemarin memurnama, dan pindah di dua sudut senyumanmu. Sampai lengkungan terakhir matahari habis, dan menyisakanku malam untuk berihat, dan bulan sebagai kenangan. Sampai kita lebih kuat menantang kokok ayam, lengking burung-burung, klakson-klakson kendaraan, bahkan suara gesekan bibir dari kembang senyuman bapak Walikota yang baru.

Dan tiba akhirnya di sini. Setelah sunyi membawaku berjalan-jalan lagi, aku jadi terpikir-pikir, dulu sebelum diturunkan ke bumi, apa mungkin sunyilah yang jadi kenang-kenangan surga kepada Adam dan Hawa?

Ah, apa mungkin?
Mungkin!
Agh!  Kesunyian memang nyaring bunyinya.

Oh ya. Kalau kau, Sayang, simpulan apalagi yang sunyi kenangkan untukmu di malam minggu kali ini?


Maros, 3 Mei 2014

You Might Also Like

3 komentar

  1. Adeek, apa kabar ? Lama sekali tak pernah bersapa kabar. Sangat suka tulisan ini, suka banget :-) semangat teruss ya dek ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kakak.... alhamdulillah baik, kak. kk apa kabar? duh, makasih... semangat juga buat kk selalu ya... ^_^{}

      Hapus
    2. Kk juga baik dek. Masih ingat sama kakak ? Duh, kk seneng banget maen ke blog ini. Kapan yaa bs jumpa org yg nulis'a langsung :D

      Hapus

Say something!

Subscribe