Di Hari Ulang Tahunmu, Saya Berdoa dan Berbahagia. Kehilangan Memang Tak Perlu Selalu Dirayakan Dengan Tangisan kan?

Mei 22, 2014


Ah, Isma Ulang Tahun. Yang ke berapa? ke 22? Oke, kakak Isma, Selamat! Haha. Kenapa saya memberi selamat? Maksud saya kenapa orang-orang terlalu sibuk memperdebatkan soal pantas tak pantasnya memberi selamat di hari ulang tahun? Maksud saya, selamat bisa berarti banyak hal kan? Menyelamati seluruh pencapaian yang orang tersebut raih, menyelamati seluruh jerih payah dan perjuangan yang pernah ia lakukan, meski entah telah berbuah atau tidak. Menyelamati nikmat yang pernah dan masih Tuhan beri, menyelamati seluruh kebahagiaan yang ia punya dan bagi. Selamat bisa berarti apa saja. Dan, saya tahu, saya pantas memberi selamat untuk Isma. 

Isma seperti benang sari yang punya banyak serbuk kebahagiaan di dalam dirinya. Entahlah, seberapa banyak Isma sendiri sudah merasa bahagia, tapi saya yakin, kalau kau mengenalnya, tidak pernah sulit untuk tersenyum di dekat Isma. Sedikit saja kau kuak daun pintu ke hatinya, maka angin akan membawa serbuk-serbuk kebahagiaan tadi untuk mampir ke putik bibirmu. Isma perempuan yang menyenangkan. Dan sekali lagi, kenapa saya katakan saya pantas memberi Isma selamat, karena manusia yang bisa memegang senyuman orang banyak adalah salah satu orang yang kaya. Hal itu tak pernah jadi pekerjaan yang mudah. Pasti sudah sangat banyak hati yang pernah Isma sentuh. Tidak mengherankan kalau si Ziba dan Zora bisa punya cerita sepanjang ini. Uhuk

Lalu untuk seluruh prestasi, semua semangat, keberanian, masih tidak layakkah ia kuberi sebuah selamat? Dua puluh dua tahun hidup di atas gerahnya dunia ini, saya tahu tak pernah cukup untuk Isma mengatakan dirinya sudah berbuat banyak, tapi saya tetap akan memberi selamat.

Hei, Ism! Saya bahagia, kau masih ingat tempo hari pernah menulis ini ? Kita tak pernah menyepakati apa-apa, tentang apa itu beda teman dan sahabat, tentang kita namai apa sesungguhnya jalinan kita berdua, tentang sejak kapan tepatnya saya maupun kau bersahabat, sebab itu tak sepenting apa kita bisa begitu nyaman dan percaya satu sama lain, untuk berbagi cerita-cerita, rahasia, kenangan, harapan-harapan di masa depan, meski memang tak banyak hal yang bisa dan pernah kita lakukan bersama. Hanya saja itu sudah cukup untuk menyemai rasa sayang, bukan?

Ah, apa tepatnya yang harus saya katakan di hari ulang tahunmu ini? Apa tepatnya yang bisa saya beri? Tolong jangan meneror dengan kalimat semacam, "Katanya sayang, katanya sahabat..." Karena saya bisa betul-betul menggaruk kepala dan tersenyum aneh. Sangat tidak estetik. Haha. Tapi, meskipun klise untuk mengatakannyakarena bisa saja terdengar hanya mencari-cari alasan. Saya hanya bisa berdoa dan berbahagia untukmu sekarang, hanya bisa berharap masih ada ratusan dan ribuan kebahagiaan lagi yang akan bisa kita senyumi bersama.

Di hari ulang tahunmu ini, berbahagialah juga, lebih banyak dari semua kebahagiaan orang-orang yang pernah Isma bahagiakan. Sejatinya, ulang tahun memang adalah kehilangan yang dirayakan, tapi kehilangan juga tak perlu selalu dirayakan dengan tangisan, kan?

Oh ya, saya ingat kau pernah berharap seseorang mengirimimu sebuah surat di tanggal 22 Mei ini. Kau temukan kah? Hehe, jika ternyata belum, anggaplah saja tulisan ini sebagai penghibur.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Isma Ariyani Iskandar! :)

Makassar, 22 Mei 2014
Azure Azalea

You Might Also Like

3 komentar

  1. Numpang di sini meka' deh. Selamat ulang tahun, Isma :)

    (Btw saya heran deh kenapa orang-orang mendebatkan pantas atau tidaknya memberi ucapan selamat ulang tahun)

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena dianggap budaya yang diada-adakan dan tidak ada tuntunannya dalam agama, barangkali, kak.

      Hapus
    2. barukumii online pake laptop kasian...

      Makasih azure syg (nd sah kalo nda ada ucapan trima kasihnya di sini),
      makasih jga kak alien :)

      Hapus

Say something!

Subscribe