Sederhanakan(lah)!

Februari 27, 2014


Tak mesti mengibaratkan wajahnya secerah mentari, matanya seteduh purnama, senyumnya sesejuk embun, hanya untuk berujar, “Kau cantik!”

Tak mesti berdandan lewat puisi-puisi cuma untuk mengatakan, “Aku mencintaimu."

Ungkapan tanpa metaforacukup tulus disampaikan, adakalanya jauh lebih memesona.

Menjadi sederhana bukankah tak pernah tak indah?

Illustration click here

You Might Also Like

16 komentar

  1. hmm..sederhana ya? okeh!

    ailovyuuu *ngomong ke dia *uhuk :3

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Mimi................... aggghhh... so long time no see. rindu rindu rindu. dimanaki sekarang?kok bisa sampai ke blogku? ^^

      Hapus
    2. Ya...sepakat. Foto header-nya keren. Sangat teaterikal

      Hapus
    3. saya juga rinduuuuu :( di makassar ji pika, oh kalo blog liat dari twitter hihi

      Hapus
    4. Kak Fad, Makasih. :) lupa pernah comot darimana gambarnya. :')

      Mimiii: kangennnn.. huhu... bagaimana kuliahnya, cantik?

      Hapus
    5. Alhamdulilah lancarji, pika iya bagaimana?

      Hapus
    6. alhamdulillah. sudah skripsi meki? :)

      Hapus
    7. baruka semester 6 pika hihi

      Hapus
    8. masuk 2011 ki lagi? kuliah dimana dan jurusan apaki, say? :)

      Hapus
    9. di unhas ji pika, akuntansi. tapi tidak pernahki ketemu dikampus :(

      Hapus
  3. salam..
    semoga bisa jalan2 jg ke blog saya..

    BalasHapus
  4. aku mencintai puisimu. sederhana, bukan? :-D

    btw, keren banget itu ilustrasi gambar blognya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cintamu mesti tidak sebanyak aku mampir duduk membaca tulisantulisanmu. :D
      thanks, kak. nemu dimana pict ini, lupa betul. ^^ makasih sudah mampir lho...

      Hapus

Say something!

Subscribe