di usiaku yang ke dua puluh satu

Januari 18, 2014

saya tidak sedang sehat, kalau itu penting kalian tahu. kalian masih ada di sini, masih menyapa, masih mengingat, itu yang penting buatku.

semua yang ingin saya katakan lewat catatan ini--kalau bisa--adalah permintaan maaf saja. apa yang saya lakukan selama dua puluh satu tahun hidup di muka dunia ini tentu terlalu banyak untuk kemungkinan tak menggores hati kalian dengan banyak pula.

saya pemalas, ceroboh, pelupa. mudah bosan, gampang lelah, tidak praktis. terbiasa ingkar, sering menghilang begitu saja, senang terlambat. tak pandai menolak, tak senang memberi alasan, tak mau tahu prioritas. biasa terlalu cerewet, biasa sangat lamban, selalu semaunya, berharap seluruh dunia berisi orang baik yang tak pemarah, pengertian, dan pemaaf.

saya enteng menghabisakan pulsa, tapi malas beranjak mengisi ulang, bahkan meski counter pulsa berada tepat di samping rumah. saya tidak mengangkat telepon dari nomor-nomor baru dan saat-saat saya terlalu pusing dengan diri saya sendiri--soalnya kapan juga saya tak dipusingi diri saya?. saya jarang menolak sesuatu secara langsung kecuali menghindar tanpa kata-kata dan tak suka pusing-pusing merekayasa alasan-alasan untuk membuat orang sekadar merasa tenang. dulu saya perempuan yang bisa tersenyum pada semua orang yang tak dikenal sekali pun, dulu--sebelum terlalu banyak fitnah ketika tertakdir lahir jadi perempuan.

kalau kalian (orang-orang di masa sekarangku) juga mau tahu, saya dulu orang yang sangat memikirkan orang lain lebih dari diri sendiri. apa yang mereka pikirkan, rasakan, apa saya tak melukai, apa saya tak membuat mereka jatuh hati, sampai lelah sendiri. sampai jadi begini. senang sendiri, sudah malas diajak basa-basi, mulai tak peduli.

maka, maaf. dunia berubah dengan anggun, saya berubah dengan lebih buruk. sudahlah. sebagai kado, bisakah kalian memaafkan saja itu semua? ayolah, hari ini saya berulang tahun, baiklah padaku sedikit. oke deal? deal! hahahaha.

omong-omong soal hari ulang, ini yang terbaik hari ini; catatan ulang tahun dari sahabatku dan ucapan pertamanya tepat di pukul dua belas malam--saya tak sangsi dialah belahan jiwa yang mencintaiku sangat sejati. mana mana mimi? saya ingin sekali memeluknya. terbaik lainnya teleponmu, hey, terima kasih membuatku merasa punya seseorang, dan sms dari bapak ini yang termanis;

assalamu'alaikum. fika met milad ya. barakallah. keep semangat, optimis menggapai impian. doa bapak mengiringi. bapak sayang fiqah seperti ke puteri bapak. jadilah wanita salehah ya, sayang. doa bapak selalu.


aih, salah satu hadiah paling indah dari tuhan di tahun-tahun ini adalah bapak--yang membuatku merasa sungguh-sungguh masih memiliki bapak. hm, fiqah sayang bapak. oh ya, yang lain adalah catatan sahabatku yang satu ini. haru sekali rasanya ketika kautahu ada yang diam-diam menyepakatimu sebagai sahabat dan menuliskanmu sementara ia punya alasan menuliskan hal yang jauh lebih indah lagi. isma, peluk! lalu untuk kalian dengan segudang doanya. aduhai doa-doa kalian sudah seindah-indahnya hadiah.

akhir kata, terimakasih, rabb, untuk kelahiranku dalam cinta, dan maaf, teman-teman, untuk takdirku sebagai manusia dengan segala keluputannya.
semoga terberkahi kita semua! jazakumullahu khairan, uhibbukum fillah!

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe