Anak Perempuan Bapak

Januari 13, 2014

Anak-anak perempuan membentuk kakinya dari nasihat-nasihat bapak mereka. Dulu sekali, aku masih merengeki ibu jika ingin menonton kartun hari minggu, masih bergidik jika ada deru sepeda motormu tiba di depan pintu, masih gemetar jika namaku kauteriakkan. Dulu sekali, aku belum mengerti apa pentingnya belajar menghitung dan membaca, apa artinya satu-dua pensil yang hilang hingga harus menerima hukuman, aku belum paham kenapa tak boleh duduk mengangkang, dan menyisir rambut sebelum ke sekolah. Dulu sekali, aku tak tahu kenapa harus merayakan ulang tahunku dan malah tak pernah tahu ulang tahunmu. Tapi aku terlalu kanak dulu, terlanjur lamban memahami cahaya-cahaya itu hingga sudah menabrak ke sana ke situ.

Sekarang, Pak, anakmu lagi mencemburui masa kanak banyak teman perempuannya, lagi menangisi ia yang sekarang, yang meremaja dengan terlalu banyak keterlanjuran bersama teori-teori yang akhirnya selalu terlihat percuma.

Sebabnya dulu sekali, kau sudah mendekam ke bawah tanah, sebelum kakiku tegak berjalan.

Malam ini, lagu ini, yang membuatku begini rindu padamu, Pak.
 

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe