lepas tuntas membaca, jangan lagi ada yang mempertanyakan ihwal di bawah. tolonglah yah!

Desember 12, 2013


Pada akhirnya, sampai kunjung aku jadi penyair, akan tetap kucita-citakan bersuamikan seseorang yang penyair. Kau tahu mengapa, orang-orang selalu sudah cukup puisi. Namun dua puisi yang jatuh hati, hanya akan berakhir sebagai hening tanpa salah satu yang penyair.  Sedang aku mau sampai mati cerita cintaku berbunyi terus ke gendang telinga bahkan keturunanku yang terakhir. Paling tidak, begitulah yang bisa kuwariskan pada mereka, bahwa ternyata ada cara untuk abadi sekalipun dalam dunia yang fana ini. Paling tidak, mengusahakan diri dan/atau cita-citaku seperti inilah bentuk usaha kecil memilihkan pengasuh yang baik bagi kepikunan-kepikunan 'kita' nanti. Singkatnya begitu.
*tersenyum simpul*

Calm! Aku masih ingat, masih ada agama di atas semua mau, masih ada Tuhan di atas segala-galanya. Kau mungkin ingin menegaskannya sekali lagi. Ayolah, aku masih ingat. Bercita-cita itu bukan pelanggaran HAM, kan?

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe