#Dialog1 Dungu

Desember 15, 2013

 
 

“Apa-apaan ini. Kau masih mengingat-ingat dia?”
“Tidak, aku cuma teringat.”
“Bagaimana dengan kata-katamu yang soal setia? Yang itu masih kauingat?
“Tentu saja.”
“Katamu setia memang pekerjaan yang baik, tapi juga harus benar. Katamu setia pada orang tidak setia itu kebodohan, bukan?”
“Iya, benar.”
“Lalu kenapa? Apa kau mau mengatakan kau bodoh?”
“Tidak. Aku merasa tidak melakukan kesalahan.”
“Kau masih setia padanya.”
“Apa masalahnya?”
“Dia sudah tidak setia, Re!”
“Dia setia. Setelah kupikirkan lagi ia bahkan lebih setia dari yang kuduga.”
Hah, kau bercanda!”
“Ia mencintai perempuan itu jauh sebelum ia berpikir akan mengenalku. Tiba-tiba saja aku datang di hidupnya, dan ia kira ia jatuh cinta dengan perempuan berkerudung biru yang duduk paling depan saat peluncuran bukunya hari itu. Kami terus bersama meski sadar ada yang ganjil di sana. Tapi itu hanya sampai ia menyadari masih perempuan itu yang dicintainya. Apa kau tidak merasa ukuran setampang ia bisa jadi begitu setia?”
“Apapun itu. Yang penting dia mengkhianatimu.”
“Bukan. Ia habis mengkhianati hatinya sendiri.”
Agh, demi Tuhan. Lalu untuk apa dia masih kau cintai?”
“Demi Tuhan, apa kau berpikir cinta itu seperti kertas yang habis lecek tinggal dibuang ke tong sampah?”
“Ayolah, Re! Sudahlah.”
“Menyudahi apa?”
“Perasaanmu.”
“Sama saja seperti kita, perasaan punya jatah usianya sendiri-sendiri. Manusia bukan Tuhan yang bisa mengatur ajal cuma dengan berkata; Kun!”
“Apa rencanamu?”
“Aku mau ke Café, memesan kopi, dan membuat perayaan kecil.”
Cih! Kau memang sudah gila.”
Hei, kau mesti baik-baik pada perasaanmu. Kalau ia murka, kau sendiri yang susah.”
“Ya sudah, aku ikut. Aku merasa butuh secangkir kopi supaya bisa lebih waras berbicara denganmu.”
“Hahaha. Apa kau sudah mulai gila juga?”
“Iya!! Kalau aku tidak mencintaimu, kau pasti sudah kubunuh. Dasar bodoh!”
“Aku juga. Pasti ia sudah kubunuh kalau aku tidak gila, kan?”
Ish!
"Kau cantik kalau lagi marah lho."
“Gila!”
“Cantik!”
“Bodoh!”
“Hahaha. Ayo pergi.”

Makassar, 15 Desember 2013

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe