8 DESEMBER, SEJAK 49 TAHUN YANG LALU

Desember 08, 2013


Terimakasih telah lahir dengan selamat. Terimakasih hingga hari ini masih membuatku tersenyum haru tiap kali mesti berkata; Aku anakmu. Terima kasih pula sebab telah rampung berjuang untuk memastikan; dalam ingatanku, kenanganku, ingatan banyak orang, kenangan banyak orang, kau hidup sebagai panutan yang layak sepanjang usia kelima anakmu kemarin, sekarang, kelak, dan selamanya. Aku tahu, jika bisa mengatakan sesuatu, jika masih terhubung, kau pasti akan meminta maaf yang banyak. Lalu setiap kalinya kami juga akan menimpali satu per satu kekata itu dengan sangat banyak; Tidak apa-apa, Pak, kami baik-baik saja.

Sudah sebelas tahun berlalu memang. Sementara baru aku ingat, masih terlampau kecil usiaku saat itu untuk mengerti dan menghafalkan tanggal ulang tahun bapakku, untuk memahami bahwa di dunia ini tidak hanya ulang tahunku satu-satunya yang akan selalu penting dirayakan semua orang. Aku belum pernah mengucapkan selamat ulang tahun langsung padamu dulu. Sambil lalu sekali pun. Maka izinkan tahun-tahun ini kuhabiskan untuk menebusnya. Selamat ulang tahun, Pak. Biar ragamu tak di sini, di dada, kepala, di nama-nama kami, anakmu, bahkan benda-benda di sejagad yang pernah kau sentuh ini tak menyediakan semili pun lubang untukmu memakamkan diri. Kau tak mati kan, Pak? Kau hanya berpindah dimensi. Itu tak ada bedanya seperti saat kau studi di ITB sedang ibu mengajar di Mare. Aku lahir tanpamu di sisi ibu, di sisiku. Tapi apa masalahnya? Kau mencintai ibu, kau mencintaiku, dan kita baik-baik saja setelahnya. Sehingga meski di sisa hidup sampai akhir ajalku kau tak juga di sisiku, aku akan tetap baik-baik saja kan, Pak? Karena aku mencintaimu. Juga.

Pak, apa kabar bapak di telapak tangan-Nya? Apakah telah kau lihat Ia dekat-dekat? Allah pasti benar-benar sangat indah ya, Pak?
:')




You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe