'Seseorang' yang Banyak

Agustus 16, 2013


Ya tuhan, seseorang—dari suatu tahun yang lama sekali di masa lalu, yang hampir-hampir dibunuh ingatan saya—datang bersampir puisi Kepada Hawa-nya Aan Mansyur—di suratnya—membuat saya hampir mati menangis dini hari ini. Ya Tuhan, betapa banyak sekali yang saya lupakan dan tak luput sadari selama ini.

Kedatangan surat ini membuatku mengabdikan malam ini demi mengingat seseorang yang banyak di masa silam. Ya, banyak!
1.      Seseorang pernah berkata, “Kalau saya lelaki, kamu sudah saya minta jadi pacar cuma karena kau senyumi.” Lalu saya jadi suka senyum sendiri
2.      Seseorang pernah memaksa saya menemaninya menghabiskan bercangkir-cangkir kopi berkali-kali, hingga saya menggilai kopi hampir parah, kini.
3.      Seseorang pernah memuji tulisan saya yang paling pertama melalui inbox facebook, dan saya menulis banyak, banyaaak sekali setelahnya, berkat pujiannya yang mungkin hanya sambil lewat.
4.      Dulu saya hanya kenal buku pelajaran, komik doraemon, dan majalah bobo, sampai seseorang menghadiahi saya buku saat SMA—ke rumah, berhujan-hujan—, sampai koleksi buku saya jadi ratusan sekarang.
5.      Pernah ada seseorang yang senang mematahkan handphone-nya, pernah membuat saya mengiris pergelangan. Iya, pernah! :D
6.      Pernah ada seseorang yang saya sukai bertahun-tahun dan akhirnya menyukai saya—sebab diary saya jatuh ke tangannya, entah bagaimana—sebab disukainya puisi-puisi yang tentangnya di diary saya.
7.      Hanya karena di-follow seseorang, saya pernah jingkrak-jingkrak sungguhan ketika makan malam, dan menangis-nangis di tarwih pertama karena di-unfollow.
8.      Ada seseorang yang sering kutemui tak sengaja—yang pertamanya pernah kuajak sekali—di makam ayah berkali-kali tiap ke sana. Memang hampir tiga kali sepekan saya senang menziarahi ayah. Ia meritualkan dirinya sendiri entah untuk apa.
9.      Ada seseorang—yang sekeluarga-nya penggemar india—yang pernah mengatakan saya mirip Aishwarya Rai, dan ayahnya berkeras saya mirip Preity Zinta. Lalu saya hampir muntah tertawa.
10.  Berkat seseorang, hingga kini masih sangat saya sukai Owl City.
11.  Oleh seseorang foto saya pernah dihargai seribu rupiah kepada seseorang yang lain untuk diguna-guna. Ini serius! Pft! -_-‘
12.  Saya pernah menangis tiga hari tiga malam sehingga seseorang memutuskan batal menerima beasiswa kuliahnya ke Australi. Iya, bodoh! -_-
13.  Seseorang pernah iseng menghilangkan draft puisi saya sehingga lomba cipta dan baca puisi yang saya ikuti mewakili Makassar saat SMA berakhir mengenaskan.
14.  Pernah ada seseorang, persis saya, lahir januari, lahir di mare, sama-sama pernah ditinggal mati kekasihnya, sama-sama yatim, sama-sama manis, eh tapi jadi jodoh teman saya, anaknya sudah dua. :D
15.  Ada seseorang yang pernah menculik saya dari ruang final hanya demi mencicipi masakan buat kekasihnya yang milad—yang karena hanya saya yang tak puasa.
16.  Seseorang pernah meminta saya jadi kekasihnya hanya karena tulisan tangan saya di absen ibunya—yang adalah wali kelas saya—sangat ajaib—mirip ketikan komputer—katanya. Ha? Haha
17.  Seseorang pernah membuat sketsa saya dan meminta saya berjanji membuat sketsanya juga. Ajaibnya, saya berhasil hanya dalam percobaan pertama. Kini saya menambahkannya ke daftar hobi.
18.  Ada seseorang yang sangat menghafal saya. Sedetil; saya hanya makan kuning telur, tidak hewan, suka tempe goreng, suka keju, dan tidak coklat, termasuk susu, yang pasti fullcream—tidak manis, suka jeruk nipis dan sangat tak suka kecap, suka mi goreng dan hanya menyukai—satu-satunya—mi kuah instan rasa coto Makassar, kemana-mana ujung-ujungnya pasti pesan nasi goreng. Sampai sekarang. Bahkan meski sudah lama tak berjumpa, bahkan meski bukan teman yang sangat akrab.
19.  Hanya karena hampir tiap hari saya ngidam es krim dan betah merengek, seseorang pernah belajar membuat es krim dan membawakannya tiap datang ke rumah; menyuapi saya, sampai habis.
20.  Dua tahun lalu, saya punya kebiasaan shalat maghrib di masjid dekat rumah dan tinggal hingga isya; mengaji dan menghafal. Setiap adzan isya berbunyi, seseorang selalu setia membawakan air mineral ke depan sajadah saya. Iya. Dia sekarang, entah dimana, setelah mengatakan lama menyukai saya.
21.  Seseorang, untuk pertama kalinya, membuat saya—yang biasanya sangat sabar—bersulut emosi dan bertengkar; jambak-jambakan di depan kelas saat pelajaran matematika. Dan, membuat dirinya sendiri di jemur di lapangan. Saya lanjut belajar.
22.  Ada seseorang yang pernah menyelipkan selembar surat di plat motor saya dan mengatakan saya cantik saat pertama kali datang ke sebuah diskusi dengan rok yang satu-satunya di lemari. Dulu, saya dipenuhi jeans! Iya!
23.  Seseorang, pria, yang baru saja saya kenal, mengetahui saya tak pandai memasak, mengopikan buku resep ibunya lalu membawakan saya ke rumah beserta martabak. Perempuan harus pintar masak, katanya. Coba lihat Chef Marinka. Mana ada suami yang tak betah di rumah. -_- gleg!
24.  Saya punya koleksi long dress warna coklat hampir selusin. Sebabnya sederhana, seseorang pernah mengatakan saya tampak lebih anggun dengan warna tersebut. Cih! Konyol, saya percaya.
25.  Sesorang pernah memberi saya boneka berbentuk kaki yang cukup besar. Saya senang berubah bingung saat adik saya berkomentar, “maksudnya apa coba, kau mau diinjak?”
26.  Seseorang, yang pernah jadi kekasih saya, memberi saya mushaf warna hijau dan selembar kerudung putih ukuran sedada di anniversary saya yang pertama. Coba kaubayangkanlah bagaimana rasanya! Tertampar sekali, Pemirsah!
27.  Seseorang berhasil membuat saya merelakan uang beasiswa 1,75 juta untuk belajar public speaking hanya karena saya sangat-sangat minder berdiri di depan umum. Lebih gila lagi ketika saya berakhir menjadi trainer, beberapa kali mengisi training kesana-kemari dan bekerja di sebuah lembaga training, setelahnya.
28.  Seseorang pernah membuat saya mencoba-coba diri menyukai sepak bola. Ia menyukai Manchester, itu saja yang kutahu. Ingin kusamai. Tahu-tahu pas pertandingan United & Chelsea, salah dukunglah saya MU. Ia Citizen. Gengsi membuatku berakhir sebagai rivalnya hingga sekarang. Bodoh!
29.  Demi seseorang, saya—yang tak tahu sama sekali soal masak memasak—pernah belajar membuat kue coklat dan keju habis-habisan yang berhasil dipuji. Yeay!
30.  Seseorang yang begitu menyukai tulisan saya, pernah nekat mengambil tulisan saya di facebook dan mengirimnya ke koran karena kesal saya tak kunjung mengirim karya ke media. :D
31.  Saya pernah bersahabat dekat dengan seseorang yang ternyata cinta pertama saya sewaktu SD. Sadar saya terlambat. Cintanya yang diam-diam terhambat. Saya terlanjur dipacari kakaknya. Setahun penuh di SMA saya tak diajaknya bicara.
32.  Seseorang pernah membuat saya kabur dari rumah hanya karena tersinggung oleh kata-kata.
33.  Sewaktu kecil. Seseorang pernah menjadikan saya pembantu di rumah sendiri jika ibu tak ada di rumah. Seseorang itu adalah pembantu saya sendiri. Saya kelewat lugu atau bodoh dulu, entahlah. Ia dipecat ibu tak lama kemudian. :D

  Banyak sekali seseorang-seseorang lain dikehidupan kita yang penuh lupa dan luput—yang sebenarnya sangat patut dikenang.

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe