puisi; terakhir

Juli 25, 2013



senyumku telah lama kering, telah kering sangat lama 
di matamu. sementara kau masih ikan. alasan 
paling masuk akal untuk menghempas diri. sebab ikan 
memang hanya hidup di air.

senyumku telah lama kering. menguap seluruh
nya sebagai awan pekat di kelenjar air mataku. 
menunggu tanggal satu-satu. menuju 
muasal paling luhur; tanah—penawar
segala asin.

senyumku telah kering sejak lama.
semenjak kau putuskan menghempas
ekor kuat-kuat, pagar hujan patah.
awan-awan di mataku leleh lebih cepat.

senyumku telah kering sejak lama.
sementara aku juga ikan. ekorku lesap
kau lalap. jika air telah habis,
lalu mataku ikut kering, katakanlah, kasih,
adakah insang yang nyawanya abadi?

senyumku telah kering sejak lama.
benar! maka,
bernapaslah di tawar hujan mataku.
aku mati sebagai hidupmu.


~



#DuetPuisi berakhir hari ini, bukan? tulisan ini hanya coba memasangkan dirinya kepada puisi yang entah siapa. Bisa saja kau memang.

You Might Also Like

4 komentar

  1. senyumku telah kering sejak lama
    saat kau sering menorehkan luka-luka
    #jalan2pagi

    BalasHapus

Say something!

Subscribe