Perihal Sepucuk Surat yang Baru Kutemukan

Juli 02, 2013

 
            Momen MIWF seminggu kemarin benar-benar momen yang sangat padat dan terlalu sayang untuk dilewatkan. Saya berusaha semampunya untuk mengikuti semua momen-momen penting yang ada, termasuk acara-acara malam hari, sehingga lelah tak bisa dipungkiri. Tiap kali pulang ke rumah, saya langsung merebahkan diri. Kamar tak pernah sempat benar-benar kurapikan seminggu kemarin.
            Sejujurnya, saya baru saja sedang ingin menulis sesuatu di blog ini. Saya membereskan sejenak kasur yang masih sedikit berantakan oleh beberapa benda. Dan, saya terkejut sekali secara tiba-tiba menemukan sepucuk surat disana. Surat yang entah berasal darimana, sejak kapan berada disana, dan siapa yang memberikan. Hampir saja kubuang kertas itu. Kupikir hanya catatan tak penting milik ibu yang (seperti biasa) selalu tercecer kemana-mana. Lagipula (maaf) tulisannya cukup susah payah untuk bisa kubaca. Yang paling menarik mataku hanya baris paling awal dari surat itu yang membuatku urung tak meneruskan membacanya. “Entah harus memulai darimana.” tulis orang yang hanya menggunakan nama “sahabat” sebagai identitas itu.
            Oke. Saya terpekur di kasur dan cukup lama memeras ingatan dan segala imajinasi. Darimana surat itu berasal sehingga tahu-tahu telah tergeletak di atas kasur? Kucoba menerka segala macam kemungkinan yang dapat membuat surat itu sampai padaku tanpa pernah kuketahui sembari tetap bekerja keras untuk membaca tulisan yang tertera disana dan memahami maksudnya.
            Kutanyakan pada orang serumah apa seseorang pernah mengantarkan surat. Tapi nihil. Kuterka lagi, apa jangan-jangan surat itu berasal dari tasku. Aku punya kebiasaan mengganti tas setiap bepergian dan mengeluarkan semua isinya jika sudah selesai dan  memindahkan ke tas yang lain. Tapi seperti yang sudah kukatakan, seminggu kemarin aku begitu tak sempat merapikan segalanya. Apa barangkali aku hanya tak memerhatikan pada saat ia kukeluarkan dari tas sehingga surat tersebut bisa tergeletak di kasur? Apa mungkin ada orang yang diam-diam menaruhnya ke dalam tasku pada saat MIWF kemarin? Sebab saya tak pernah keluar kemana-mana setelah MIWF karena cukup drop. Tapi siapa? Tapi kejadiannya kapan?? Saya merasa tak pernah menelantarkan tas sembarangan. Ah! Banyak sekali kemungkinan dalam kepalaku.
            Tapi omong-omong, surat itu tentang permohonan maaf mengenai ia yang harus tiba-tiba pergi. Aku menerka sebuah nama yang paling mungkin mengirimkan surat tersebut, tapi aku urung berpikir lebih jauh. Terlalu banyak yang mungkin dalam hidup ini. Terlalu banyak pula hal di luar perkiraan yang senang terjadi. Jadi, melalui catatan ini, jikalah orang yang mengirimiku itu adalah kau yang sedang membaca catatan ini, jika benar kau yang kuperkirakan, kukatakan padamu, kau telah kumaafkan. Meskipun dunia dimana kita pernah hidup sebelumnya tak nyata, saya tak mau tahu kau bernama siapa dan untuk tujuan apa melakukan segalanya. Kau bagiku adalah riwayat hidup yang selalu kuhormati. Segala yang kuraih dalam jejak kata-kataku kini dan suatu saat nanti takkan pernah lepas dari peranmu. Tak kubenarkan cara yang kau lakukan, tapi telah kumaafkan dengan setulus-tulusnya. Untuk kau yang menamai diri sahabat dalam surat itu, kutagih kau menjadi sebenar-benarnya sahabat dalam sebuah wujud, pada kehidupanku yang masih setia berlanjut.

You Might Also Like

2 komentar

  1. siapakah dia, kak? apakah inisial namanya BB? hakhakhak

    BalasHapus
  2. hahaha... saya hanya mengira2, Nu. Belum jelas uga siapa. Ndd inisialnya :D
    Sampai sekarang saya masih bingung bagaimana itu surat bisa ada di atas kasurku. :D

    BalasHapus

Say something!

Subscribe