Isa dan Bela. pada suatu siang

Juli 04, 2013



Pada suatu siang kau melenguh, mengeluh kesal di telingaku.
“Aku pelupa sekali.” katamu.
Kutepuk kecil pundak kecilmu.
“Apa kau tengah mengejekku?”
Aku tertawa. Kau tersenyum pun tidak.
Napas kita sepakat bercakap bersama selepasnya.

Kutatap lekat ubun-ubunmu, kau pandang kosong bayanganku.
“Bisa kau bayangkan jika ingatan terlampau sempurna, Sa?
bukankah kini kita pasti masih dikurung air mata?”
Sehentak kautatap mataku, sebilangnya kubuang pandanganku.
Sekali lagi, kau melenguh.
“Masa lalu hanya milik kenangan, Bela. Bukan ingatan.”
Sebutir air jatuh dari kelopak sebelah kananmu. Sebiji luka lepas, lesap dari lidah kita.
Tapi, Isa, kau baru saja menangis. Mengapa?


.2013


source of this image: click here

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe