Hidung-hidung; Awan dan Kita

Juli 08, 2013

~diriku sendiri


Ada apa dengan langit?
Hujan tanggal, katamu ia menangis.
Terik tandang, pikirmu ia meringis.

Segala tanya mengedar.
“Sedihkah Kau, Tuhan? Tuhan, apa Kau marah?”
“Tak bisa Kau ambil sapu tanganku saja? Tak bisa Kau tenggak air mataku saja?”
Lalu, ganti kau menangis, lalu ganti mulutmu amuk. Di ratap, di serapah.

Biji-biji doa lalu jatuh
Anehnya tidak ke bawah. Ke atas!
Katamu ke lapis langit paling angkasa;
yang ke tujuh.

Hidung-hidung awan menghirup segala sampah pula bunga-bunga
Menyusun satusatu aroma kekata berjejer ke telinga Tuhan.
Sedetik kembali menghembuskan sampah, kembali membuang bungabunga.
Segala jatuh, tumpah, tak memilih pada siapa.
Jika hidungmu masih berudara, pikirkan
lah membeli sikat gigi paling mahal.
Bernapaslah yang benar!


.2013

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe