untuk seorang gadis yang oleh kekasihnya dipanggil; si gadis bergingsul manis

Mei 14, 2013



Hai, Manis. Semoga disaat aku menulis catatan kecil ini kau dalam keadaan terpenuhi segala kebutuhannya, lebih dari itu semoga sedang, masih, dan selalu dalam naungan rahmat-Nya.

Tak akan kutulis panjang-panjang. Tenang saja. Melalui catatan ini hanya ingin kuucapkan padamu; Selamat. Meski tak tahu kata Selamat-kah yang patutnya kuhaturkan. Namun kuberi kau selamat, yang anggaplah saja doa. Selamat, Ra, semakin berkurang saja jatah hidupmu. 21 tahun memukim di kehidupan bernama dunia tentu sangat panjang sekali kala diingat, namun aku tahu, 21 tahun ini kau habiskan dengan jauh lebih baik dariku, terbaca, terbaca dari perangaimu, prestasi-prestasi yang kau raih. Perlu kau tahu, itulah yang sejak dulu membuatku selalu mengagumi sosokmu.

Aku tentu bukanlah teman yang cukup dekat, tidak pula cukup baik, aku tahu tak pula cukup penting. Tapi cukup bagiku mengenalmu, belajar banyak hal darimu. Ah, aku ini naif sekali yah? Katanya kagum, tapi sepotong kado pun tak kuberi, surprice party pun tidak, bahkan telepon, sms. Tak ada. Semoga kau tidak berpikir aku lupa, atau sengaja. Aku hanya sempat berpikir; tidakkah doa yang diam lebih indah dari sekata selamat? Aku lupa, Ra. Aku lupa bahwa menunjukkan kasih bisa lebih mendekatkan hati. Maka kutulis catatan tak baku dan sederhana ini. Sedikit ungkapan selamat, dan selarik lampiran doa, semoga hidupmu di hari-hari mendatang dipenuhi berkah dan kesuksesan. Semoga semakin banyak manusia, yang mencintaimu, menyangimu, terinspirasi lebih dari aku. Ara, selamat mengulang tanggal kelahiran. Aku seorang kawan yang menyayangimu meski dalam diamku selama ini. Moga Tuhan mengekalkan kebaikan dalam dada kita, bersama, saling membaikkan.

Sekali lagi, Selamat Ara

You Might Also Like

4 komentar

  1. selamat *siapapunitu*
    semoga dia sering dipeluk oleh kesuksesan, keberkahan maupun kesehatan.
    dan di umurnya semakin tua itu, dia akan lebih taat kepadaNYA. Aamiin

    BalasHapus
  2. Aamiin.. Aamiin Yaa Rabb.. /_\

    BalasHapus
  3. Subhanallah, terima kasih mbak fiqah, haha. Saya tidak pernah berpikir bahwa kekaguman itu menular, sebab ternyata kita berdua saling mengagumi (diam-diam). Haha, lucu sekali, kenyataan bahwa kita berdua saling mengagumi satu sama lain dengan unik dan anehnya kita masing-masing. Terima kasih banyak untuk tulisan, doa, ucapan, dan semuanya..

    BalasHapus
  4. Wah Ara mengagumiku? sungguh sebuah kenyataan jauh lebih sulit lagi kupercaya. Sama-sama Ara. ^_^ Terima kasih pula; untuk banyak hal. ^_^

    BalasHapus

Say something!

Subscribe