Pertemuan dengan Sparkling Autumn

Mei 21, 2013




Selalu ada cara-cara sederhana menjadikan pertemuan-pertemuan pertama berkesan.


Sparkling Autumn. Rasa-rasanya kami sudah saling mengenal cukup lama. Hanya saja tak pernah berjumpa. Kuhafalkan wajahnya. Ia tidak. Aku jarang memajang foto di dunia maya, memang. Pada kegiatan Green Campus di UNHAS siang ini, tak sengaja aku melihatnya masuk bersama Kak Atun. Mereka memilih duduk dua baris di belakangku. Aku memerhatikan mereka dan secara kebetulan matanya menubruk pandanganku. Aku tersenyum. Ia tidak. Kuterka, ia mungkin berkata-kata dalam hatinya semisal, "Siapa sih? Kenal yah?" Aku mendengus lucu memikirkannya.
Aku kembali melempar pandangan ke depan, melihat Riri Riza tahu-tahu sudah duduk manis di sofanya bersama moderator. Tak lama berselang, mereka berdua memilih pindah duduk di dua kursi samping kananku. Kak Atun sempat menyapaku dengan tatapan dan senyum sederhana, kemudian mereka menjadi sibuk terlibat perbincangan. Aku juga--bersama teman sebelah kiriku yang juga anak FLP. Kupikir-pikir ingin sekali aku memperkenalkan diri. Aku mulai memvisualisasikan cara memperkenalkan diri yang baik. Apa harus kupegang pundaknya lebih dulu lalu kukatakan dengan antusias, "Hey, Saya Azure Azalea." Lantas menjabat tangannya erat. Meski terlalu percaya diri, aku memang sudah berencana melakukannya, tapi untuk beberapa menit ke depan, bukan sekarang. Aku sedang malas membual.
Selembar absensi kemudian diedarkan dan sampai ke tanganku dari arah kiri. Hm, ide yang bagus untuk mengenalkan diri yang baik pikirku. Aku menuliskan namaku sangat rapi dengan font yang sedikit lebih besar dari yang lain. Paling tidak, jika tidak ia hapalkan nama asliku, ia bisa melihat alamat emailku yang bertulis azalea disana. Setelah kuselesaikan, kuserahkan padanya. Kulihat sepintas ia sudah hampir menulis nama sebelum tiba-tiba berbalik menatapku dan bertanya cepat,
"Maaf, nama ta ini?" Aku tersenyum lebar, sesuai rencana, dengan percaya diri mengulurkan tangan yang langsung disambutnya
"Ya. Perkenalkan, Azure Azalea."
"Ya Tuhan..." Kami sepakat tertawa, mungkin merasa konyol.
"Kita tahu jeka?"
"Ya. Sering pasang foto, kan? Saya hafal. Sejak tadi sudah memerhatikan, hanya sungkan memulai pembicaraan." Aku menyengir.
Selebihnya ia terus saja menghela napas. Masih sulit percaya akhirnya kami berjumpa barangkali. Itu pikiranku saja sih.
"Sebenarnya di tempat ini saya yakin banyak teman-teman dunia maya kita, hanya tak saling tahu. Jadi rasanya selalu menyenangkan setiap ada perkenalan-perkenalan tidak terduga macam ini." Aku tersenyum, menyepakatinya. 

Selang beberapa menit kudapati kami sudah terlibat perbincangan yang cukup hangat, meski sedikit masih kaku, tentang ia yang katanya sudah mencari-cariku di Dikdas Jurnalistik Identitas berkat namaku yang tercetak di absensi namun selalu kosong. Juga tentang penulis-penulis favorit, buku-buku, ia yang senang menulis prosa, ia yang ternyata aktif di komunitas Lego-lego bersama 'seseorang' yang kukenal baik tentunya. Lalu keadaan FLP. Dan beberapa hal lain. Tak terlalu banyak. Setelah itu, kami bertukar nomor handphone lantas berjanji akan berbincang-bincang lagi di lain waktu. Ia gadis yang menyenangkan. Dan ini pertemuan yang lebih menyenangkan.



Makassar, 21 Mei 2013

You Might Also Like

2 komentar

Say something!

Subscribe