Sepotong Sore

April 13, 2013



               Tentang sebuah perjalanan pulang kali ini.
            Sepeda motorku melesat pelan memasuki gerbang BTP. Tidak seperti biasa memang. Laju yang barangkali selalu mengesalkan pengendara kiri-kanan-depan-belakang-ku itu tak berlangsung di kesempatan ini. Pikiranku terbang. Tak tahu kemana persisnya melayang.
            Entah pukul berapa. Suhu sore ini lebih hangat dari biasa. Aku tiba-tiba dikepung suasana yang sulit bagiku menjelaskan betul detilnya. Sederhananya, aku merasa sedang berkendara tepat pada nuansa jelang buka puasa, seperti banyak Ramadhan lampau. Hangat terus merambat, menjalar, barangkali mencari-cari kemana mestinya sandar. Tak tahu apa ini baru terjadi atau aku yang—selama ini terlalu sibuk dengan dunia dalam kepalaku sendiri, hingga—tak memerhatikan. Jalanan meramai, mulai lebih macet, cukup banyak penjual es buah dan kue-kue di sepanjang jalan. Mengapa? Entah!

 Sesuatu menyeretku pada perasaan yang hampa. Motorku masih melaju, meski tak tahu dikendarai siapa. Aku sudah tidak di sana sejak sekian detik lalu. Aku pergi menubrukkan diri ke kepingan-kepingan ingatan. Akhirnya kehilangan khayalan juga, yang bersisa berikutnya tinggal kenangan. Berdesak masuk, memenuhkan rongga air mataku. Ia pecah. Aku tersenyum, semata sebab rindu. Rindu memulangkan waktu. Barangkali perihal tegukan-tegukan salju di rerimbun matamu, pada tiap lantunan adzan yang terkumandang! Meski akhirnya lidahmu kini tak pulang. Tak akan lagi pernah! Semoga bukan sebab Tuhan tak lebih sayang. Ummi-mu-
Abi, bukan aku, bukan Ummi, kami, kami semua merindukan Ramadhan-ramadhan kita yang semakin diburamkan usia, senada matahari yang pelan-pelan membunuh jingga di atas sana. Sesekali datanglah menjenguk, gelas-gelas kami sengaja selalu diisi tiga per empat air saja, selebihnya kami letakkan wajahmu disana. Biar tiap kami berbuka di petang, malam tak turut menggelapkan kenangan. Bi, Ini masih April. Juli nanti Ramadhan. Aku mulai kehilangan rasa sabar!

Sudah tiga puluh menitkah? Ah! Pintu pagar masih belum terbuka. Ck. Alangkah! -_-‘

.Apr 12, 2013

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe