Hapus Air Matamu, Ibu

April 17, 2013


Hapus air matamu, Ibu. Kumohon berhenti mengisak, sebab apa yang lebih memecahkan hati selain tangismu? Aku terus menuluskan rasa, berharap kelopak ini tak turut hujan.

Kumohon, hapus air matamu, Ibu. Tak pernah genap hidupmu, selalu saja derita memenuh. Namun kau selalu begitu, tanpa banyak berkata, melakukan segala yang kami tinggalkan, menanggung semua sendirian—bertahun-tahun tanpa serah. Lelah, payah, memang, tapi kau bertahan meski hanya punya satu-satunya hal paling setia; air mata. Aku, Ibu, sedih melihat kau dicumbui pedih. Tiap sebiji air tanggal dari sudut matamu, ia jatuh ke hatiku, membenamkan luka, yang kutahu di hatimu lebih purna.

Untuk sekian ulang. Maafkan kami, anak-anak yang (barangkali) malang kau punyai. 

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe