Ayo! Selamati Aku!

April 14, 2013


            Ayo Ayo! Siapa yang ingin memberiku selamat? Ayolah, Ayolah berikan aku selamat! Sejak kapan di-folback seseorang menjadi begini menggilakan rasanya? Aku hanya mengecek Twitter sejenak, lalu mendapati  t o m a t  tertera disana, “mengikuti anda”, ah! Si @hurufkecil itu, Si Pria yang tak ada habisnya kujatuhcintai hanya dengan sebaris kata, atau tampakan sederhana, bahkan hanya oleh sebuah ingatan, yang tentangnya. Benar juga kata ia suatu kali, rasa bahagia jauh lebih sulit ditanggulangi ketimbang sedih. Aku mesti—lagi-lagi—menjadi senorak ini! Berbinar-binar, berjingkrak tak jelas, bahkan memasang gambar macam itu di atas. Ah Memalukan! Maka ayolah beri aku selamat, biar aku merasa sedikit tak segila itu.
            Aku menghela napas. Memutar kepalaku perihal muasal kejadian ini. Mengapa pula ia bisa menemukan akun tak penting ini, memilih untuk menekan kata “ikuti”? Sejak kapan pula aku pernah berurusan, ataukah sebagus apa juga untuk ia mengikutiku? Aku malas menyusahkan kepalaku, lebih suka menghidupi rasa senang ini.
            Aku, Miss Kepo, yang punya prosesi wajib tiap Sign In, mengecek timeline beberapa nama orang. Menyusur hal-hal bagus apa yang bisa  kutemukan. Tebaklah! Kutemukan tulisan ini, dan ... hatiku mengombak, berkecipak, terhantam-hantam (lebay!).



Argghh!!! Jadi sudah dibacanya tulisan itu!? Apa pula yang muncul di benaknya? Tidakkah ia berpikir aku tak sopan sekali menulis hal-hal macam itu perihal dirinya? Huhuhu... Tapi semoga, semoga ia tak marah. Ah! Ia bukan pemarah. Bukan bukan! Aku ini geer sekali, kenapa pula ia harus marah? Tidak tidak! Semoga ia berpikir tak penting betul tulisan itu. Tapi, Apa ... Apa ... Ah! Ah! Sudahlah!
Si penulis favoritku itu pernah mengunjungi blog ini satu kali—setelah aku numpang komentar di blog-nya—tepat pada saat tak ada hal bagus yang bisa dibaca sama sekali disini (sekarang juga masih sih). Aku kecewa waktu itu, kenapa pula aku belum bisa menulis dengan baik agar bisa menjamu tamu-tamuku hingga betah berlama-lama, atau berpikir untuk kapan-kapan kembali datang berkunjung. Tapi sudahlah! Si pria baik itu yang terpenting kembali lagi berkunjung kemari, pada catatanku yang masih tak bagus. Tapi aku senang, senang dibaca, dibaca olehnya! Aku senang. Senang termasuk dalam salah satu dari 1.406 orang yang diikutinya (Haha, bodoh!). Ia, malam ini merupakan hadiah paling manis yang dibingkiskan Si Iseng—penulis tweet di atas itupadaku. Nakal sekali dirinya. 
Namun begitu, aku suka hidup dalam dunia literasi ini selama mengenalnya. Selama bersama dia. Selama diperkenalkan dengan sederet nama yang mulanya tak pernah kutahu, atau karya-karya bagus yang luput, bahkan sekadar mendengarnya bicara, meski kadang tak bisa komentar banyak. Aku suka. Suka sekali setelah dikatakannya padaku, ia menyukai tulisan-tulisanku. Alangkah harunya. Betapa menyenangkannya saling dihidupkan dalam dunia kata-kata. Sebuah dunia yang jauh lebih menakjubkan di banding tempat aku memijak.
Hey, Kau @sajakimut Thanks a lot yah, Myf! Hehe... :D

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe