Untuk Seseorang yang Sempat Memanggilku Wanitanya

April 01, 2013

Abdi Setiawan, kekasih dari si gadis 2017 :D

Aku, kamu--kita punya banyak janji yang dikecewakan ingatan, waktu, juga kesenjangan yang perlahan diterima, bahkan oleh sengaja. Tapi jangan semua.

Gambar amatir ini telah kau mintaku menjanjikannya lebih dari delapan bulan lalu. Baru kusanggupi. Meski begitu, maafkan. Ia berakhir dengan nasib persis dengan sketsa(wajahku, buatanmu) yang hendak kau beri di ulang tahunku, januari lalu. Menghilang. Di kamarku sendiri. Sepertimu dulu, telah kucari. Nihil. Pun, beruntung masih sempat aku memotretnya. Pula sepertimu, aku hanya memberi pernyataan, pemberitahuan. Bahwa aku tak menyengaja, tak lupa.

Kepada--yang menyebutku--teman baik, belum kutemukan laki-laki yang menghargai aku, lebih atau setidaknya sebaik dirimu, Dii. Demikian, di balik halaman itu aku menulis. Perlu kau tahu, kau masih teman yang baik, bahkan setelah saat-saat panjang menggesek banyak sekali cerita--yang sepenuhnya barangkali hanya kita yang paham.

Aku banyak sekali menulis tentangmu, kau pun selalu tahu memilah tulisan-tulisan mana saja yang memang hanya untukmu. Meski percaya diri sekali kau memanggilku untuk pertama kali, Teruntuk Rafiqah Ulfah Masbah, Wanitaku. Nah!? Haha, kau suka, katamu, kalimat itu (kau curi dari sebuah postingan kecil di blog ini). Aku hanya tertawa mula-mula. Kau juga. Oh iya, aku sudah mulai menggambar lagi, Dii. Beberapa teman bahkan memintaku menggambar mereka. Kau benar waktu itu, harusnya aku mencobanya saja, sebab dulu aku pun pernah melakukannya. Sayang  sekali, baru kulakukan belakangan ini. Namun menyenangkan rasanya menggambarmu pertama kali dan cukup berhasil.

Baiklah. Aku tak bisa menulis panjang-panjang. Alasannya sudah kau tahu pasti, bukan? Terakhir, Dii. Terima kasih. Semoga janjiku yang ini sudah terlunasi. Semoga. Sampaikan salamku pada gadismu, si 2017 itu. Jika catatan ini membuatnya cemburu, bahwa aku bukan siapa-siapa dan kau sangat mencintainya. Kita cuma teman yang sempat senang bersama menertawakan apa saja. Tak lebih. Benar kan? :-)

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe