The Dash by Linda Ellis

Maret 02, 2013

Saya membaca puisi ini pada semester awal perkuliahan. Saya menyukainya. Hari ini, dengan tak sengaja membacanya lagi, dan masih tersentuh. Saya berharap dapat mengucapkan ini pada Linda Ellis, "Terimakasih sudah menuliskannya." Kubagikan pada kalian ...


The Dash

I read of a man who stood to speak at the funeral of a friend.
He referred to the dates on her tombstone from the beginning to the end.

He noted that first came the date of her birth and spoke of the following date with tears,
But he said what mattered most of all was the Dash between those years.

For that Dash represents all the time that she spent alive on Earth,
And now only those who loved her know what that little line is worth.

For it matters not, how much we own, the cars, the house, the cash,
What matter is how we live and love and how we spend our Dash.

So think about this long and hard; Are there things you’d like to change?
For you never know how much time is left that can still be rearranged.

If we could just slow down enough to consider what’s true and real
And always try to understand the way other people feel.

And be less quick to anger and show appreciation more
And love the people in our lives like we’ve never loved before.

If we treat each other with respect and more often wear a smile,
Remembering that this special dash might only last a little while.
So when your eulogy is being read with your life’s actions to rehash
Would you be proud of the things they say about how you spent your Dash?





Translate bebasku [^_^]

Masa Hidup

Saya memperhatikan seorang laki-laki berdiri (memberikan kesaksisan) pada sebuah upacara pemakaman seorang teman perempuan
Laki-laki itu menunjuk tanggal yang tertulis pada batu nisan
dari awal hingga akhir

Ia menjelaskna yang pertama adalah tanggal kelahiran
dan mengucapkan tanggal berikutnya sambil menangis
Namun laki-laki itu menceritakan hal yang paling penting
yaitu masa-masa di antara tahun-tahun itu

Karena batas waktu itu mewakili segalanya
waktu yang diberikan semasa hidup di dunia
Dan sekarang hanya orang-orang yang mencintainya
yang tahu apa makna ungkapan tersebut.

Karena itu, bukanlah masalah seberapa banyak yang kita miliki;
mobil, rumah uang
Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita hidup dan mencintai
dan bagaimana kita menghabiskan batas waktu kita

Jadi pikirkanlah hal ini dengan baik;
apakah ada hal yang ingin kau ubah?
Karena kau tak tahu berapa banyak waktumu yang tersisa
Selagi hal-hal tersebut masih bisa direncanakan.

Jika saja kita bisa sedikit santai sejenak
untuk memikirkan apa yang benar dan nyata,
dan selalu mencoba untuk memahami bagaimana perasaan orang lain.

Dan menjadi tidak cepat marah, dan menunjukkan lebih banyak apresiasi
Dan mencintai orang-orang dalam kehidupan kita
seperti kita tak pernah dicintai sebelumnya

Jika kita saling menghargai satu sama lain,
dan lebih sering tersenyum
mengingat bahwa batas waktu berharga ini
mungkin hanya tinggal sedikit.
Jadi, ketika masa-masa hidupmu dikenang
dengan membangkitkan kenangan akan tindakan-tindakanmu
Akankah kau merasa bangga akan hal-hal yang mereka katakan
tentang bagaimana kau menghabisakan masa hidupmu?

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe