ini sekadar catatan yang hanya sekadar catatan

Februari 15, 2013


...
Mengapa pula kita mesti berpapasan di depan pintu malam itu, lantas bertabrakan dengan matamu berkali-kali setelahnya? Apakah mesti kuberitahu aku cedera? Tentu tidak. Karena kurasa kau akan mengirai aku gila. Tak tahu datang darimana, mengaku-aku dicederai. Oleh siapa?. Bukan kau memang. Takdir ini. Siapa lagi?
Ah. Kita semua punya motif, seperti digariskannya takdir itu sendiri. Lantas beberapa motif yang senada tahu-tahu sudah saling menyulam. Tanpa kita. Tanpa memerlukan tangan-tangan kita. Maaf, Aku lupa, Sayang. Tidak seharusnya kutanyakan alasanmu mencintaiku hanya oleh empat jam kita bertemu. Kau benar, cinta tak butuh alasan. Dan ah ya, kau sungguh tak menanyaiku sama sekali, kecuali memastikan apakah aku juga sama mencintaimu. Tentu saja. Bahkan sebelum kau berpikir akan mengenalku pun, kau tak harus menanyaiku lagi.
“Boleh kucintai dirimu seperti cintaku pada puisi?”
Maafkan jika kubilang tak mau. Kufikir kau mesti sangat mencintai puisi. Kau bisa hidup dengan puisi-puisimu tanpa aku di dalamnya. Tapi, apa kau bisa hidup denganku tanpa puisi-puisi itu dalam kita? Ya, Barangkali kecuali hingga aku menjelma puisi-puisimu, kecuali hingga puisi-puisi itu aku.
Ini masih tanggal lima belas, kan? Kita baru bersepakat tadi malam. Bolehkahku minta satu permohon sebagai hadiah? Kau harus setuju. Kau mesti tahu aku suka memaksa. Begini, berjanjilah padaku kau akan terus menulis. Menulis yang banyak hingga mataku tak bisa lagi membaca (entah kapan). Tapi kumohon untuk sekarang jangan menulis satu pun puisi tentangku. Tulislah yang lain. Tulis yang banyak. Sangat banyak sampai aku lupa di dalam tulisan-tulisanmu kemarin, kau banyak sekali menulis tentang perempuan lain. Setelah itu, menulislah lagi, menulis yang banyak tentangku, dan lebih banyak lagi tentang kita. Agar kita selalu baru, selalu menjadi baru di setiap kata yang kau torehkan. Sampai aku menjadi puisimu. Sampai bisa kukatakan, Kau boleh mencintaiku seperti kau mencintai puisi. 
.....

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe