PKIP Unyu'-Unyu' Girls 2010

Desember 13, 2012



Dimana kita melingkar dan telah habis tawa, air mata, marah, gelisah dan berbagai cerita pengertian, disitu pula sebuah keluarga kulahirkan.


            Orang-orang datang, pergi, singgah, berlalu, sesuka-suka mereka, seingin-inginnya kita. Kadang ada yang datang hanya demi sebuah sapu tangan untuk mengeringkan air mata, lantas pergi setelah basah tangisnya mengalir ke ruas-ruas jari kita, seperti tanpa dosa, berharap kita sudi menampung atau mengeringkannya. Ada yang sering singgah merapal senyum di garis-garis bibir, tapi juga tak jarang menghadiahi kita topeng berupa-rupa, hingga kita lupa bahwa tak seharusnya kita mau-maunya tersenyum.
            Orang-orang melakukan apa saja sesuka-sukanya, kita melakukan apa-apa juga sering seingin-inginnya kita. Ya, saat kita hanya bernama; saya. Saat kita cuma berupa seseorang. Keluarga itu adalah kita. Terdiri dari aku, kau, entah tunggal ataupun jamak. Meski kata kita tak selalu mengandung keluarga.
            Lantas pada kita keberapa?
            Kalian tahu, pada mulanya kita hanya berupa per seorangan yang tak saling berkepentingan. Mungkin pada suatu waktu dalam hidup kita pernah berpapasan di jalan raya, atau bersenggolan di sebuah pasar, mungkin ayah dan ibu kita pernah berada dalam suatu kereta saat kita bahkan belum dapat berbicara, dan mata kita saling tatap, tapi kita tak tahu dan tak perlu dan  mau tahu. Mungkin pada suatu waktu dalam hidup kita, kita pernah berpikir hanya akan ditemukan oleh orang-orang yang baik, mungkin bukan pada orang sepertiku, atau bukan orang semacam dia.
            Tapi ada saat entah bagaimana benang-benang takdir menghimpun dirimu, saya, begitu saja hanya oleh sebuah keputusan. Saat keputusan membuatmu berada disini, pada jurusan yang sama kupilih. Pada mulanya, mungkin kita tak saling mengenal, paling pun hanya sekedar saling mengetahui nama. Tapi ada-ada saja hal lucu yang mendadak membuat kita sama-sama tertawa dan akhirnya membuka topik perbincangan. Ada-ada saja tugas kuliah yang mengharuskan kita lembur bersama sehingga ada waktu  untuk saling berakraban. Ada forum  maupun kegiatan yang tahu-tahu memaksa kita memeras keringat dan saling tahu  pentingnya keberadaan, ide, tenaga, dan kerjasama kita satu sama lain.
            Disaat kita akhirnya melingkar dan telah habis tawa, air mata, marah, gelisah dan berbagai cerita pengertian, disitu pula sebuah keluarga kulahiran. Keluarga dimana aku tahu menganggapku sebuah bagian yang kapan saja boleh datang. Sesuatu, dimana aku bisa pulang. Tak ada lagi sekat. Dan luruh sudah topeng-topeng keseganan.
            Girls, semoga belum terlambat untuk mengatakan..
            Adalah bukan tanpa tujuan takdir membawaku pada kalian. Kalian semua saudari-saudari yang baik, dan aku menyayangi kalian dari lubuk hati terdalam. Kita adalah keluarga. Untuk seterusnya semoga terus tercatat dalam kisah-kisah bahagia..
          Sayang Ara, Ana, Eta, Lala, Rina, Sari, Widya, Winda, dan Umma ^_^

          Mari menghabiskan jatah kebersamaan ini dengan senyuman.
          Mari kita memulai kisah terbaik untuk terus dikenang. Karena sekali lagi, bukan tanpa rencana kita dipertemukan.


*__AzureAzalea__*




You Might Also Like

2 komentar

  1. ku tunggu bukunya nah ^_^ (didit)

    BalasHapus
  2. insyaAllah kak.. doanya.. ^_^

    BalasHapus

Say something!

Subscribe