Kita, Keadaan

Mei 02, 2012




Mengapa harapan semacam,
“Bisakah waktu melambat bahkan berhenti saat ini.”
berani-beraninya hidup di pangkal pikir?

Kurasa tanya ini masih selalu perlu dijawab
Bukankah harus selalu ada alasan?
seperti daun kering yang tak begitu saja jatuh.
Semata agar kita tak dua kali melarut,
disebut itu tak belajar.

Kita mu’min kan?
Sudah hafal tujuan penciptaan?
Pasti sudah kenalan dengan kata “takdir”?

Tapi kita manusia kan?
Akrab dengan fitrah?

Ah, ya.
Karena mu’min itu manusia yah?
Harus ada pembanding untuk kebaikan.
Harus ada lawan untuk ditakhlukkan.
Bahkan kata takdir dan fitrah itu sendiri.

Kita mu’min kan?
Tuhan menghentikan kita selalu pada moment yang tepat.

“Do the best all the time!”

Hadapi
Jalani
Nikmati.

Hari kita hari ini..

You Might Also Like

1 komentar

Say something!

Subscribe