Menulis tentang Menulis

April 22, 2012




            Kali ini, tak ada yang ingin kubahas selain kekalutan. Sejujurnya aku mengetik ini disaat seluruh persendianku demam, tepat disaat yang sama, kepalaku lagi capai, dan ulu hatiku marah-marah derita. Sejak pagi, enggan melakukan aktivitas duduk dan berdiri, lebih-lebih berjalan atau sekedar bergeser dari posisi pembaringan. Bukan enggan sepertinya. Mungkin lebih tepatnya tak kuasa. Dan ini terkecualikan pada hukum wajib shalat, selain karena aktivitas ini juga memiliki sejuta keajaiban yang selalu membaikkan.
Lalu kenapa juga aku sedang bangun dalam tulisan ini?. Tidak. Hanya sedang merindukan laptop biru yang sejak semalam belum disapa jari-jariku.
            Lalu kalut?. Ah iya, begini, biar kuceritakan sedikit. Ada yang mau menyangsikan betapa rajin aku mengupdate status di facebook?. Atau sekali-kali berkicau di twitter?. Ya, agaknya tidak. Mungkin ini salah satu hal yang sedikit banyak membuat orang lebih akrab dengan nama Azure Azalea-ku.
Meski aku selalu melakukan semua itu hampir di banyak kondisi yang berbeda. Lagi senang, galau, sedih, bosan, sibuk. Sedang makan, nonton, belajar, duduk, berdiri, atau berbaring. Lagi di rumah, kampus, pernah juga dibawah laci saat dosen sedang asyik, bahkan andai bisa, dilakukan di alam mimpi. Sedang sehat, setengah sakit, sakit, atau menyakitkan diri. Apapun itu. Tapi akhirnya?. Ya begitulah. Beberapa orang kadang sering mengiraku bercanda, mencari alasan, atau sengaja mengaibaikan.
            Kadang disaat sakit seperti ini, dikiranya aku berbohong. Kadang disaat sedang betul-betul sibuk, disangkanya aku hanya cari alasan. Itu kok masih sempat nulis status. Yah... Begitulah persepsi. Dunia maya membuatku semakin banyak dihinggapi problem yang unik. Mengizinkanku disapa oleh tantangan yang tak biasa. Sepenuhnya bukan salah orang lain. Bukan juga aku tak bersalah yang pasti. Tapi kenapa harus di dunia maya?. Ya karena tulisan ada untuk dibaca. Jika sedang tak bersapa kondisi baik untuk menyodorkan di dunia nyata misalnya. Mau kukemanakan ia selain pada maya yang menghadirkanku sahabat baik seperti kalian?.
Aku hanya suka menulis. Karena aku tak suka berbicara. Apalagi jika tak terkondisikan untuk bicara. Memangnya apa yang bisa dilakukan?. Tinggal membatin?. Alangkah kasihannya diriku jika cuma bergumal dengan kegiatan seperti ini. Aku suka menulis apa saja. Selain melatih pembiasaan, juga untuk mengakrabkan hati dan otakku dengan kata-kata. Memang tidak sedikit yang sering berkata, “Sempat-sempatnya kau menulis disaat seperti ini.”. Tak ada yang bisa kujawab kadang-kadang selain bahwa hanya itu yang selalu bisa kulakukan disaat sudah lama menangis, disaat sudah banyak berdoa, disaat telah lelah merasa bosan, disaat semua pekerjaan menyerupa hambar yang tak selera kutelan, selain mungkin air mineral atau kusebut itu menulis apa saja. Atau, jika tak bertemu keadaan baik untuk berkata, aku diam saja dan menjawab dengan satu senyum.
            Meski tentu saja. Tak bisa juga dikatakan hidupku begitu dicerahkan dengan kegiatan menulis. Atau tak juga cocok agaknya jika ada yang mau-maunya mengatakan aku si pecinta kata. Dalam keadaan-keadaan sadar sering juga jari-jariku lumpuh bergerak. Sering sekali ide ngembek pada otakku dan meninggalkan rumah beberapa waktu. Jika sudah demikian, aku harus begitu kerepotan mencari kata-kata sederhana yang masih jadi anak baik untuk disusun-susun sebagusnya. Sebisanya. Itupun jarang-jarang. Karena kegiatan puyeng itu harus meminggirkan hatiku hingga ia stress dan stroke sejenak dalam merasa secara normal. Jadilah tulisan-tulisan itu berakhir dengan tanggapan, ”Cuma ini?”, “Biasa saja.” Atau sekalian menjadi tak bermagnet untuk merayu mata-mata. Kondisi-kondisi  itu semisal aku diharuskan menulis saat itu juga, dll.
            Menulis tentang menulis. Judul ini memuat separuhnya saja dari tulisan ini. Aku hanya sedang ingin menulis kata menulis saja. Jadi kujadikan dia judul. Aku sedang tidak memberikan muatan nilai tertentu dengan sengaja. Catatan ini hanya berisi kekalutanku di atas tempat tidur ber-seprai ungu-ku. Hanya sedang menginginkan secangkir air mineral, lagi-lagi, kusebut itu menulis apa saja.

Salam malam,
_Rafiqah Ulfah Masbah_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe