Kesalahan Berikutnya

Maret 19, 2012


Katamu kau ingin belajar.
Dengan kepolosan sangkaan baik.
kuloloskan engkau untuk mencari diantara beribu-ribu nama.

Masih juga dengan sepolos-polosnya sangkaan baik,
bahwa nanti kita akan sama-sama tersenyum
pun berguru pada si tuan.

Tapi nyata, aku selalu terlalu murah hati pada kesempatan.
sementara engkau enggan sedikit saja berubah.

“Kau marah?”
Tidak. Aku tak marah.
Tapi sedang menangis yang sampai meraung.
Mengasihanimu.

Kau tahu sesuatu,
merusak hunungan orang lain tidak akan
mengusik  citra mereka masing-masing.
Itu seperti menelanjangi dirimu sendiri.
Seperti pengkariban antipati.

Aku tidak sedang marah.
Aku sedang berkabung untukmu, Kawan.
Aku menangis.
Mengapa kau tak pernah berhenti menjadi menyedihkan !?

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe