Mengudarakan Rindu

Februari 20, 2012




Malam masih sama.
Warnanya gelap, dan bukan merah muda.
Dan hujan juga masih sama.
Serupa jarum-jarum air dan bukan darah.
Disini. Ditempat kita menghabiskan waktu beristirahat.

Dik, Tapi waktu mengajarkanku banyak hal.
Meski ia juga sama. Berputar tak kurang dan tak lebih dari 24 jam sehari
Tapi rasa kadang membuatku takjub berlompat-lompat tak tentu.
Sering ia melambat, sejenak mengajak mataku bernostalgia pada masa kanak kita.
Biasa aku tersenyum sendiri, kadang menangis.
Tapi kali ini aku dibangunkan oleh kenyataan
Belasan tahun sangat cepat berjalan...

Lihat dirimu sekarang.
Adikku sudah menjadi laki-laki yang gagah.
Dulu tinggimu masih sebahuku,dan sekarang gantian.
Dik, meski jarak menjadikan kita sahabat yang tak akrab,
Namun aku, kakakmu yang tiadalah siapa
ini berharap kita masih selalu berpeluk dalam doa-doa
yang mengudara ke istana Tuhan...

Pada malam yang mengistirahatkan anganku di pangkuanmu...
Adikku.. Sayyid Dzaky Zuhair Masbah...
Jadilah seperti sejatinya laki-laki...
Melindungi dan penuh kasih.
Kokoh dan tegar pada tempaan sengit.
Mengayomi dengan segenap kekar yang dilungkapkan Ilahi.
Mengusap lembut pada tiap jiwa yang mampir pada takdir hari-hari.
Jadilah engkau pria kecintaan keluarga, kebanggan umat dan kekasih Tuhan.
...

#Dari bilik jendela yang kini sudah berkaca. Merindukanmu sayang.... T_T


_Azuza S. Moarum_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe