Aku tahu bahwa aku tak perlu tahu

Januari 16, 2012




Dulu.
Sudah lama.
Aku pernah habiskan pekan untuk bujuk-bujuk merdu.
Membingkai kaku pada setumpuk batu-batu permata.
Kita saling menukar hadiah.
Dengan sekeping harap yang masih juga terkatung-katung diantara jemari ke hati.
Katamu selalu ada ruang cukup besar disana.
Untuk setiap jejak-jejak putih hingga hitam.
Atau tampungan sampah dan gula-gula.
Tapi aku tahu.
Dan kau juga tahu.
Kadang kita tak perlu saling tahu.
Entahkah hujan atau kemarau...
Aku tahu, bahwa aku tak harus tahu.
Karena jiwa ini tak saling tahu.
Mereka hanya mencinta.
Dan cinta tak perlu menerangkan.

_Azuza S. Moarum_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe