Mengalirkan Bening

Desember 02, 2011




Tidak selamanya setiap apa yang kita lihat, dengar, rasakan dan ketahui bisa mudah dipanggil. Karena manusia miliki fitrah.
Lupa.
Tak selamanya manusia punyai lidah setajam hari ini untuk sampaikan kalam ilahi.
Tak selamanya manusia hidup di dunia ini tuk membagi  ilmu meski  itu sedikit.
Sungguh nasehat menasehati adalah suatu air yang selalu bening.
Namun manusia adalah besi yang karat dibawa musim.
Dan jika air adalah sumber hidup manusia.
Maka mungkin mesti ada yang terus mengalirkannya, meski itu bukan lagi suara kita.

Ya. Sekiranya suatu nasehat begitu menyentuh dan mengubah.
Maka buku adalah nasehat yang terekam dan bisa dibuka setiap saat.

Maka kenapa aku ingin jadi penulis.
Karena ingin kusapa semua saudaraku di lintas zaman.
Mungkin mendongengkan sebelum tidurnya, menyemangati disaat lelahnya, menghibur ditengah kebosanannya.
Ya. Saling berbagi kebijaksanaan..
Dan bertukar cerita tentang realitas duniaku hari ini.
Mungkin disana tak lebih baik.
Tapi akhirnya kita sama-sama belajar. Selalu ada yang sama. Dan ada yang berputar bergantian.

Ah, sungguh menulis bukanlah unjuk kecerdasan..
Tapi hanya cara saling bermesra..
Mengukir pelangi dari beningnya air,
Saat matahari esok hari makin panas mendidih.


_Rafiqah Ulfah Masbah_

You Might Also Like

1 komentar

  1. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian, (Pramouedya Ananta Tour)

    BalasHapus

Say something!

Subscribe