Hati Kami Sungguh Terlalu

Desember 03, 2011


Kami disni mencoba untuk mengerti
merenda empati dan simpati
ketika derita melanda dan mendera
aku mencoba menyelami keluhanmu
tapi, sia-sia !

Deritamu jadi tontonan dan suguhan
di televisi, di radio, di koran-koran
di warung-warung, di Hotel, di ruang tunggu
semua berbicara tentang kamu !
Jadi ulasan para ilmuwan
kajian para calon sarjana
kami semua bicara tentang derita
bicara bicara bicara, kemudian lupa
masing-masing kami, asyik sendiri
disera waktu dan kebutuhan

Disela-sela keacuhan yang kian angkuh
diantara diskusi dan seminar
darahmu terus berceceran
salju tak lagi berwarna putih
simponi biola melagukan rasa haru yang pilu

Sungguh, setiap saat terlihat deritamu
terusir, ternista, ternoda
tapi kami disini - asyik sendiri
merenda mimpi, memuja nikmat
masing-masing kami, merasa terasing
dan egoisme menjadi agama baru yang lagi laku
memang, kami-kami disini sungguh terlalu
hati kami beku membatu
jiwa kami jelaga hitam
Memang sesekali bicara
tapi, kemudian lupa !

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe