**Pelangi**

November 24, 2011

(Serial Akhwat-akhwat unik sekitarku)



Laksmi namanya.
Lengkapnya Laksmi Veramadhany Camilia,,,
Dalam ukhuwah kami yang sangat lama, aku bahkan masih sering salah menuliskan namanya, huruf ‘i’ dan ‘y’ dikepalaku kadang tak mau diajak kompromi. Ya. Makanya itu, Mimi selalu menyebutku ‘pikun’. xixi..
Maklumlah, kebiasaan pelupa-ku sangat akut. +D
Bahkan untuk balas sms saja, harus dijadwalkan. Kalau tidak bisa jadi sms kalian terabaikan. Ckckck.
Hmm. Diriku..

Mimi.
Itu panggilanku padanya sejak SMA dulu.
Dan dia memanggilku ‘Pikong’, dan makin hari, makin nyata lagi banyaknya orang-orang yang ikut memanggilku demikian. Hehe. Biarlah. Kalau aku dipanggil “Fiqah” olehnya malah terasa janggal. Ya. Memang sih nama adalah doa. Olehnya itu kuharap Mimi memberi arti lain dari nama itu. Siapa tahu saja, ternyata ‘Pikong’ itu ada di daftar kata-kata Prancis, Jepang, Korea, India,Sansekerta atau bahasa lainnya yang berarti ‘Cantik’. Hoho...

Laksmi.
Menurut ceritanya. Dahulu kala sebenarnya, nyaris saja namanya bukan Laksmi, tapi “Moena” (Mi, afwan yah saya tdk ingat tulisan aslinya). Dan mimi sebenarnya lebih suka nama itu. Tapi karena waktu itu Mimi belum punya hak bicara, dan memang belum bisa bicara. Makanya hasil diskusi keluarga memutuskan, dia akan berjalan dimuka bumi ini, dengan nama itu. LAKSMI VERAMADHANY CAMILIA.
Eh, nah loh. Kok jadi bahas soal nama yah.
Sudah. Kita tinggalkan filosofi nama, soalnya nanti kalian malah jatuh cinta sama namanya, bukan orangnya. Kan gawat. ^_^

Mimi...
Dia adalah salah satu sahabat terbaik yang dipersaudarakan Allah padaku.
Mungkin memang sejak awal Mimi sudah ditakdirkan untukku dan aku ditakdirkan untuknya (Jailah..apa sih, haha).

Katanya, orang-orang yang berjodoh biasanya mukanya agak mirip.
Nah aku sama Amhy itu katanya kembar, bukan lagi mirip.
Bahkan tanpa janji, kami selalu memakai pakaian yang kembar warnanya. Ajaib kan.
Coba deh tatap-tatap aku dan Mimi, mungkin kadar gula kami sama-sama tinggi, makanya mirip. Itu adalah hasil analisa Mimi sih waktu kelas 3 SMA dulu. Dan setelah kutimbang-timbang, ternyata sangat Masuk akal. Haha...

Bahkan dengan begitu durhakanya, kami pernah menipu tentor (ah, salah bukan kami tapi  Mimi ji), karena begitu tidak bisanya kami dibedakan. Pernah juga nih, ada tentor yang kebingungan, disangkanya juga kami kembar, pas ngabsen, si tentor itu bingung sendiri, loh kok orang kembar namanya gak ada sama-samanya. Dan sampai detik ini, kami tidak pernah melupakan ekspresi kebingungan itu. Sangat lucu. Sangat lucu. Ckckck.

Mimi.
Tanpa ada maksud terselubung. ^_^.
Sepenuh hati aku mengakui sahabatku ini. Dia akhwat yang hebat kawan.
Aku selalu takjub melihat diri Mimi hari ini. Bagaimana masa lalunya. Bagaimana ketangguhannya memikul kehidupan yang keras sedari kecilnya. Banyak kejadian-kejadian yang dihadapi Mimi, yang mungkin tak banyak orang lain alami, banyak hal-hal yang kadang bagi orang lain lebih-lebih aku begitu beratnya, tapi sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi diri seorang Ami. Ya. Mimi bungsu dari enam bersaudara. Tapi ia sangat dewasa.

Kehidupan, tempaan hidup yang harus memaksanya mandiri, memikul tanggung jawab, pada keluarga, pada dirinya, tentang harapan yang kakak-kakaknya selalu gantungkan pada adik perempuannya ini tuk bisa berhasil, dan semua hal lain.

Hingga dua tahun lamanya mengenal sosok Ami. Aku masih belum pernah bisa mengukur kedalaman hatinya. Dengan semua kisah-kisah hidupnya, aku tak pernah terbayang hati macam apa yang ia punya. Aku hanya tahu. Setiap kali ia menangis, aku juga tak kuasa menahan air mataku mengalir.

Aku sangat terkesan dengan ungkapan ini dan selalu mengutipnya,

Sesungguhnya orang yang ikhlas padamu
adalah dia yang mencegah dirimu dari keterpurukan atau tenggelam
dalam kegelapan hidup.
Dialah orang yang membuat dirimu tidak dapat bersenang-senang hari ini,
demi sesuatu yang membuatmu mulia esok hari.

Itu yang aku temukan dalam sosok seorang Mimi terhadap diriku. Mimi tahu kapan harus menjadi pendengarku, Mimi tahu kapan saatnya mendorongku pelan-pelan, dan kapan saatnya harus menepuk pundakku  keras-keras.

Mimi tak segan mengambil posisi sebagai kakak yang paling penyayang juga hakim yang paling tegas. Aku tahu, meski sering sekali aku membuatnya kecewa, Mimi selalu berusaha membantuku keluar dari permasalahan-permasalahn klasik yang sering membuatku buntu, Mimi selalu mendorongku tuk jadi akhwat yang baik.      

Allah itu sungguh Mahakasih. Mungkin akan berat hari-hari sebelumnya tanpa dia. Hmm..

Mimi...
Jika kemarin aku mengenal indahnya matahari terbit, dalam dirinya aku terpesona pada keanggunan sang Pelangi.

Ya. Ia mengukir indahnya diantara badai dan cerah. Bagiku, Mimi bak Pelangi, diantara sedih dan bahagiaku tetap mengelokkan. Tak memberiku cukup waktu tuk lama merasakan basah hujan karena ia sudah ajakku selami keindahan lain, menyambut terangnya matahari yang kan hapus semua jejak awan-awan hitam.

Bersamanya, aku banyak belajar makna. Kawan, bukan hanya aku, baik itu engkau, akan selalu ingin tertawa saat duduk bersamanya. Gadis ini penuh canda dan ceria. Ia cerdas. Itu selalu tergambar dari tutur-tutur katanya. Dan baik itu bercandaan sambil lalu, sarat dengan isi yang selalu bisa digaris bawahi. Ungkapan-ungkapan refleks yang keluar dari mulut Mimi selalu mengesankan. Ketika berdiskusi tentang suatu hal, sebagian dari kami kadang hanya berkutat dengan opsi A dan B. Dan Mimi kadang mengambil opsi C yang cukup membuat kami tak perlu lagi berdebat panjang. Sahabatku yang satu ini memang keren, begitu aku selalu menyebutnya.

Goresan pelangi. Terlalu banyak warna yang disisakan sentuhan-sentuhan seorang Mimi dalam kehidupanku. Aku hanya berharap, moga ukhuwah kami mengabadi  hingga ke Firdaus nanti.. aamiin..
            Aku sayang padanya, meski tak pernah mungkin kuucapkan.
            Aku menyayanginya, meski hanya jariku yang lincah menuliskan dan lidahku kaku tak terbiasa.

            Bagiku Mimi seperti Pelangi, dan hari ini pun begitu.
Sedang tersenyum dengan senyum kembang gulanya warnai langit-langit sunyi,
ceriakan hati.. ^_^



*Rafiqah Ulfah Masbah*

You Might Also Like

2 komentar

  1. IZIN.. ku masukkan dalam blog ku yah ;)

    BalasHapus
  2. dengan sangat senang hatiiiiii............. ^_^ ^_^

    BalasHapus

Say something!

Subscribe