*Matahari Terbit*

November 05, 2011


 

“Aku melihat diriku disetiap diri kalian.”
***
Dia wanita yang sederhana kawan...
Dengan selembar kerudung segitiga yang menjulur panjang..
Potongan biasa..
Sebuah tas samping yang melingkar di bahunya..
Tatapan teduh..
Senyum simpul yang selalu mendamaikan qalbu..

16 Maret 2009..
Dalam ingatanku yang tak bagus...
Setidaknya itulah kali pertama aku bertemu wanita itu..
Disudut kecil sebuah mesjid yang berdebu...
Beliau menyambutku dengan anggun...
“Assalamu alikum” sapanya
Ia tersenyum hangat..
Hangat sekali.
Dan Ah ya, kurasa aku sudah jatuh hati ditegur pertama.
Bahkan sebelum bertukar nama.

Hari itu ia berpakaian putih dan aku hijau,,
Aku duduk manis dengan sikap yang dibuat-buat lugu.. ^__^
Beliau mulai berbicara.
Aku menjadi pendengar yang sangat tenang..
Sejak saat itu.
Aku mungkin diam-diam amat mengagumi kepribadiannya, keluasan wawasannya, keterampilannya mengambil hati, kesederhanaan budi, tuturnya yang amat santun, hatinya yang amat lembut..

Dulunya aku selalu ingin sepertinya..
Bagiku mungkin demikianlah gambaran seorang muslimah yang sebenarnya..
Aku banyak belajar hal-hal yang selalu luput dari bingkai pemikiran yang kupegang bertahun-tahun,,
Banyak sisi-sisi diriku yang terbuka sejak saat itu...
Aku menyebutnya..’Matahari terbit’ ;-)
...

Tahukah engkau kawan..
Diantara sekian banyak nikmat & anugerahNya yang berdatangan padaku...
Beliau adalah berkah lain yang sungguh amat sangat kusyukuri...
Sang Penggeman Hidup itu memamng Mahabaik kawan...
Sungguh-sungguh Hebat...
Dan itulah mengapa sekali lagi Aku menyebutnya..’Matahari terbit’ ;-)

***

“Aku melihat diriku didalam setiap diri kalian..”
Air mataku akan menetes setiap mengulang kalimat sederhana itu..
“Benarkah, benarkah ada dirimu didalam diriku kakak?”
Aku bahkan sering merasa jauh, Hingga  detik ini aku masih selalu malu-malu....

***
Dia wanita yang sangat sederhana kawan..
Kesederhanaan yang selalu melahirkan keseganan..
Kesederhanaan yang mewariskan kami kerekatan hati yang tak bisa diwakilkan oleh kata yang pernah kubaca dan tuliskan.
Keserderhanaan yang tak membuat kami menjadi orang lain..
Hanya diri sendiri, dengan apa adanya kami...
***

Engkau, maupun itu kami..
Takkan pernah bisa menakar besar keikhlasannya selama ini..
Mengukur panjangnya jalan pengorbanan yang harus ia tempuh.
Atau baik itu dalamnya rasa sakit yang selalu ia terima dari keusilan, dari pembantahan-pembantahan, keburukan laku yang seringkali kami tak sadar...
Dan aku belajar banyak hal dari itu semua.
Membaca isyarat mata,
Menangkap siratan kata..
Karena aku jarang menjumpai sosok manusia dengan kesantunan tegur yang dalam namun tak sudi melukai jiwa.
Dia menawan...
Salah satu sosok yang jika kujumpai diluar sana, sering membungkam semua mulut jika ia sudah angkat bicara.
Mengesankan...
Nah, itulah dia.
***

“Akhwat itu kadang mesti ‘cool, kalem, n sangar’ katanya”
Nasehat itu yang paling utama memang buat diriku...
Wanita yang sulit memegang tongkat ketegasan. Itulah aku.
^__^
Setidaknya diantara lingkarang kecil kami, atau itu antara aku dan 2 orang sahabatku akulah yang benar-benar mesti sering ditepuk.
Maklum.. Untuk semua jenis manusia tanpa terbedakan, aku terlalu lembekk.
Itulah titik mula istilah beliau itu kemudian sempat menjadi ‘trend’.
Sudah kukatakan. Beliau itu ‘keren’ ^__^
***

3 tahun berjalan...
Kata seorang sahabat, “Tarbiyah tuh belum tarbiyah kalau belum pernah mampir di lingkaran tetangga, loncat ke kerumunan berbeda,”
Ya. Akan jadi sedikit menyedihkan memang, jika itu untukku,
Yang tak pernah kena mutasi, hingga sebesar ini...
***

Jum’at, 04 November 2011
Sore ini akan berlangsung warna merah muda...
Disaat jabat itu lepas..
Entah musim apa yang tiba...
Mungkin ini moment yang akan paling kurindu...
Untuk wajah-wajah yang biasa mengitariku..
Terkhusus seseorang, ya. Dia.
Yang mendidikku saat semua masih berangka merah.
          Tahun-tahun belakangan ini sangat berat dan indah..
                   Tapi kita tetaplah saudara.
                             Kau benar kak.
***
          Seperti yang sering kau ucap...
“Lingkaran kita hanya melebar..
Tak terbongkar.”

***

 Sebait doa penutup..
“Jazakillahu khairan katsiraa.......”
****Murobbiyahku Tercinta...****   (T_T)
Hinggapun matahari tak lagi terbit di hari-hari depan..
Engkau telah terbitkan kami menjadi matahari sunyi di langit peradaban..
Dan sinar yang kau wariskan sebelumnya, akan kami teruskan kepada segenap penduduk dunia.
Engkau takpernah habis, meski jasadmu mungkin tak lagi disini.
Engkau indah dalam taqwa, engkau segar dalam dakwah,
Engkau abadi..
dihati...
kami...T_T
>>Ana Uhibbukifillah..*_*



*Rafiqah Ulfah Masbah*

You Might Also Like

2 komentar

Say something!

Subscribe