Sebuah Puisi di bulan September

September 16, 2011

Memoar Seorang Perantau

oleh : Topi Jerami

 

 Kepada sahabatku;

                                   Penyair Maha Hati

                 Penulis Azure Azalea

        Penyair  Syahrir Amrirum

   Pengelana   Jarum Jam Bandul


1/

 

Aku tiba di sebuah paruh malam

malam kaum perantau sepertimu

 

kaki-kaki terpaku dengan dada yang mulai

terbelah, ada risau yang berhamburan darinya.

sebuah entah yang mulai memamah isi kepala.

elegi penantian di sudut mata atau sudut

bibir yang mendamba musim senyum

kembali memekar.

 

2/

 

Malam itu di tepi sungai beberapa tahun

yang lampau, aku bersila menyulam benang

bersuluh rembulan

 

cahaya matamu abah.

 

dari bibirmu mengalun irama petitih

para penombak bintang

kisah-kisah tua yang terlupakan.

 

Malam itu

berkodi - kodi benang memenuhi

isi kepala dan kedua lubang hidungku.

 

3/

 

Suatu siang pada musim panen

aku tiba di sebuah hujan yang lembab

gendang telinga terus merenggang

memintaku sebuah kecupan

kecipak cinta yang meruah di bibir--

bibir masa lalu.

 

guruh tak lelah menghantak kaki

sementara buah rinduku tak letih

terus menghanyutkan diri.

 

4/

 

Hallo paul si gurita sang peramal malam

ini tak seperti semua malam yang pernah ada

aku tak sendiri, burung-burung mulai mematuk

selaput otakku, kutemukan pula satu tantekelmu

turun dari hidungku yang bau hujan.

 

maukah kau meramalku

mati  tersenyum di suatu sore yang payau ?



5/

 

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe