Organisasi. Epen kah?

Maret 24, 2011

                

               Berbicara tentang Organisasi kali ini. Penting gak sih?. Sebelum menjawab, kita bakalan berkenalan dulu dengan keanekaragaman Mindset pelajar tentang organisasi nih, Dikubu manakah kita? Yuk kita tengok satu persatu. Pertama, Jenis pelajar yang Terdepan dalam Organisasi, terbelakang dalam Ranking. Hmm.. Ini nih tipe Pelajar pencurah waktu dan tenaga sepenuhnya untuk Organisasi. Gak ada istilah capek deh selama itu dalam rangka kegiatan pengorganisasian. Tapi giliran dihadapkan dengan kewajiban utama dalam serangkaian proses pembelajaran kelas, loyonya minta ampun. Untuk pelajar ini, rasanya tidak sulit kita jumpai. Kita bakal sering-sering mendapati mereka gak masuk kelas dan malah nangkring diruang-ruang kesenian, gedung-gedung olahraga Sekolah, ada maupun tidak ada kegiatan. (Hayo merasa gak?). Saking cintanya kali yah sampai gedungnya pun mesti dijagain supaya gak kabur? Hmm.. Wallahu a’lam!.
                Kita lanjut ke tipe kedua. Nah, penganut tipe ini merupakan tolak belakang dari tipe pertama. Sahabat yang baik hati, banyak banget nih diantara pelajar saat ini yang berprinsip ngapain sibuk dengan hal-hal tidak penting semacam Organisasi. Istilahnya Study Oriented. Sekolah bagi mereka adalah untuk belajar dan mendapatkan hasil yang memuaskan, bukan untuk organisasi. Pokoknya papan besar sudah dipasang di dada, “ Organisasi NO!”. Jadi kerjaanya tuh belajar aja, sampai jadi kutu buku, dan berkutu, (hehe..ini sih jangan). Mindset ini tidak 100% salah sih, karena memang tanggung jawab kita sebagai pelajar yah mencari ilmu dan belajar sungguh-sungguh. Tapi rasanya sayang banget nih sahabat hidup di dunia sekolah jika kesibukan kita cuman sekolah, kantin,  rumah. Temen-temen saya biasa istilahin dengan PSK (eits! Jangan salah paham dulu!), maksudnya habis pulang, sekolah lagi, en kekantin gitu (maksa banget yah? hehe). Lanjut gan!. Padahal kalau kita pikir ada begitu banyak peluang yang terhampar, serta berjuta tantangan yang dapat melecutkan potensi terbaik dalam diri.

Apa sih keuntungan berorganisasi?

Ya, penting sekali manfaat ini diketahui untuk melandasi keyakinan kita  memasuki sebuah organisasi. Banyak sekali keuntungan yang sahabat akan dapatkan saat mengikuti organisasi intra maupun ekstra sekolah, diantarnya nih :

1.       Mendapat komunitas baru. Di organisasi yang biasanya berkumpul orang yang berbeda karakter dan lain sebagainya membuat kita lebih bijaksana melihat perbedaan, mengasah kecerdasan interpersonal serta memberikan peluang yang luas untuk mendapatkan ilmu, wawasan, bahkan mungkin saja teman-teman disana merupakan jalan rizki Allah untuk kita. Betapa tidak? Mereka yang berasal dari latar belakang berbeda-beda siapa tahu saja kedepannya mau diajak kerjasama untuk membangun dan memperluas usaha kita.Iya gak?

2.       Belajar menjadi pemimpin bijaksana atau pengikut yang setia. Nah, awal masuk menjadi anggota biasa di sebuah organisasi, kita harus mulai beradaptasi dengan kultur organisasi tersebut. Namun ingatlah bahwa organisasi dapat diibaratkan miniatur kehidupan yang akan mengasah kemampuan kita untuk bersosialisasi di masyarakat kelak. Di dunia profesi nanti pun ilmu-ilmu keorganisasian ini akan sangat bermanfaat buat sahabat sekalian. Sedikit bocoran, dalam dunia kerja, rating penilaian prestasi akademik itu hanya menempati urutan ke-16, yang paling pertama adalah keterampilan komunikasi,..., dsb. Sebagian besar adalah soft Skill dan semua itu bisa kita latih salah satunya dengan berorganisasi. Tapi jangan karena alasan itu kita menganak tirikan prestasi akademik yah, ilmu pengetahuan tetap yang utama. Oke?. Kembali kelaptop. (kepembahasan awal maksudnya. Hihi). Mungkin juga suatu saat sahabat diamanahkan menjadi leader dalam organisasi tersebut. Nah, Itu tandanya sahabat telah menjadi anggota yang berdedikasi tinggi. Hebat kan?. Tapi jadilah pemimpin yang bijak yah!. Kuncinya adalah kerjasama dan keteladanan memimpin.

3.       Memahami istilah-istilah keorganisasian, diantaranya blue print, visi dan misi, program kerja, AD-ART, organigram, rapat mingguan, evaluasi bulanan, sekaligus beberapa aturan organisasi (yang jarang denger pasti puyeng, kan?). Hal ini memberikan pelajaran berharga buat kita untuk menerapkannya juga dalam kehidupan pribadi bahkan perusahaan yang suatu saat nanti sahabat sekalian bentuk. Sebuah organisasi yang baik harus mempunyai goal setting yang  jelas mengenai arahan akan dibawa kemana organisasi tersebut. Jika organisasi yang hakikatnya benda mati mempunyai cetak biru, visi, misi dan program kerja, mana mungkin hidup kita yang sekali-kalinya dan tidak kenal istilah siaran tunda ini tidak mempunyai perencanaan dan arahan yang jelas. Bener gak, sahabat?

4.       Belajar dari organisasi lain. Biasanya ada program studi banding ke organisasi lain. Nah, ini amat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan memperkaya ilmu kita tentang kelebihan organisasi lainnya. Ambillah yang terbaik dari organisasi tersebut dan usahakan untuk menerapkannya juga diorganisasi yang kita tempati sekarang. Biar organisasi kita makin maju dan berkembang. Eitt, tapi jangan lupa dengan modifikasi dan adaptasi yang dikomunikasikan dengan baik pastinya.

Agar berorganisasi tidak sia-sia

                Sebenarnya ini poin utama yang harus sahabat sekalian pahami sebelum berkecimpung lebih jauh di dunia pengorganisasian. Sahabat mesti tau Apa tujuan memasuki suatu organisasi, jangan sekedar ikut-ikutan, atau terkesan keren, apalagi kalau niatnya untuk menyisihkan pelajaran pokok. Wah, gak bener banget tuh kawan. Tancapkan tujuan mulia. Contoh “Saya ingin belajar dan berkarya di organisasi ini” atau “Saya ingin mengasah potensi untuk kesuksesan di masa depan”. Ingat, kita mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang kita niatkan. Jadi, kalau kita tidak mengetahui tujuan pasti dalam berorganisasi, sudah dipastikan sahabat gak bakalan menjadi apa-apa dan mendapatkan apa-apa, percaya deh!. Tambahan, sebaiknya sesuaikan dengan target hidup kita, supaya semuanya berjalan bersinergi dan saling menyokong satu sama lain. Ibarat bertujuan ke kutub utara, tapi melangkahnya ke kutub selatan. Dimana ketemunya coba?. Oke!.

Selanjutnya mulai list untung-ruginya, gak ada salahnya sebelum memilih memasuki suatu organisasi, sahabat cek n ricek dulu, tanya sana-sini, apa arah dari organisasi tersebut. Jangan sampai belakangan memproklamirkan diri dalam front terdepan pembela organisasi sampai titik darah penghabisan (lebay!) lantas tidak memahami betul seluk-beluk organisasi yang kita geluti. Semakin kita tahu, semakin banyak manfaat kan yang akan kita dapatkan. Semangatpun akan makin berkobar. Jangan lupa, ukur tingkat kerugiannya juga yah!.

Berikutnya pahami sistem pengaruh-terpengaruh. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi. Akan ada saja kita dapati orang-orang yang berenergi negatif atau bahkan mempengaruhi kita bertindak negatif. Salah satu taktik menghindarinya, Buatlah warna tersendiri dengan keberadaan sahabat. Jadilah medan magnet positif  yang memotivasi tim yang lemah, hingga arus negatif itu bisa dibabat dengan baik.
Pesan terakhir, Jadilah yang Terbaik. Jangan sampai ada ataupun tidak ada kita sama saja artinya. Maksudnya, Jika sahabat ingin menjadi orang penting dalam organisasi, maksimalkanlah diri dalam tiap posisi yang sahabat duduki. Orang-orang besar itu adalah mereka yang memberi lebih dari yang dibebankan.

Biar mantap nih, yuk mulai hijrah menjadi bintang Organisasi, bintang kelas, dan bintang muslim yang cemerlang. Jadi, Organisasi, Epen kah?. Ya iyalah!. Sukses untuk kita, InsyaAllah.

_Rafiqah Ulfah MAsbah_

You Might Also Like

2 komentar

  1. dari pada sendiri...berjama'ah itu lebih baik...:)
    smangat menulis ukhtiii....

    BalasHapus
  2. betul-betul itu ukh.....
    indahx beramal jama'i,,,,,,
    krn dakwahpun menjadi lebih terarah dan kuat.....
    ^_^
    jzkillah khoir puspitaa.... :-)

    BalasHapus

Say something!

Subscribe