Tamparan Jiwa

Februari 25, 2011



Disudut ruang kecil sebuah tempat pengetikan UNHAS. Saya tercekat mendengar bincang beberapa orang yang kurang saya kenal secara tidak sengaja.
“Rajinmu komen foto2ku deh!” tutur salah seorang wanita cantik disana. “Tidak ji. Kenapakah ?” jawab teman laki-lakinya. “Tidak, habisnya kau ji kayaknya yang paling rajin kasih komentar, capek mk liatki,”. “Masalahnya kenapakah foto-fotomu seksi sekali semua?” Terang si laki-laki berkacamata itu. “Deh.. apanya seksi? Baru ji lagi begitu kau bilangmi seksi, Hallo... Ini sudah 2011 cowok. Memangx kau dari zaman purbakala?!.” sanggahnya tanpa dosa.Sepintas aku menengok wajah pemilik tempat pengetikan itu didepan layar komputer tersenyum kecut lantas geleng-geleng kepala. “Astagfirullah...” lanjut laki-laki itu,” Nda ikut ko kah organisasi-organisasi keagamaan?”. “Eh, Sorry nah, saya anak ‘***’ gitu loh !”sang wanita menyeringah.
                Ya Allah.. Saya hanya bisa mengurut dada.Malu rasanya saya sebagai seorang wanita. Seolah harga diriku juga ikut terinjak-injak. Astagfirullah...
Sungguh, kalau bisa dikatakan ‘PARAH’ betul kondisi moral masyarakat saat ini. Cermatilah sample beberapa orang yang kita temui setiap hari. Kurang lebih seperti itulah cerminan sekian persen masyarakat Islam di Indonesia sekarang.
Sahabat sekalian, kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas penduduk Islam terbesar. Bahkan sering kita dengar mungkin bahwa harapan dunia Islam  sedang menengok kesini sekarang.
Tapi, coba bayangkan, dengan realitas seperti ini, kira-kira dimanakah harapan itu hendak berlabuh ?. Saya kok rasa-rasanya cemas dengan kondisi ini. Bermunculan dimana-mana gelar ‘Islam KTP’, jika ada segolongan laki-laki berjanggut dengan celana sedikit menggantung, atau wanita berjubah dengan hijab besarnya sudah dituding terorislah, aneh-lah. Sementara tak urung yang lain heboh mempertontonkan keindahannya, kekayaannya, ketenarannya, semua dianggap biasa saja. Naudzubillah...
Masihkah kita merasa baik-baik saja?. Adakah kita hanya tenang-tenang belaka?, Tidakkah ada kecemasan disana?.
Saya takut sahabat. Saya benar-benar takut. Jika oknum-oknum tertentu sedang gencar bersuara ‘Khilafah! Khilafah!”, wah.. saya katakan “BELUM!”. Masih tinggi saya fikir, ada Satu tangga lagi yang mesti dibangun lebih dulu, yah.. Perbaikan Akidah. membangun kesadaran dari dalam. Itu point penting yang menjadi PR bagi kita yang merasa bertanggung-jawab sekarang.
Bukan lagi waktunya tinggal duduk manis menikmati kesholehan-kesholehan individual. Tidak!. Pohon iman itu haruslah memiliki buah manis yang bisa dikunyah oleh orang lain.
 "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik? Akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan rasa buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat" (QS. Ibrahim : 24-25)
Sadarlah sahabat!, Sebenarnya terlalu banyak manusia diluar sana yang tengah kehauasan, kelaparan akan kebaikan, Tapi tidak ada yang bersedia atau mungkin terlalu sedikit yang mau menyuapkan buah-buah manis itu kekerongkongan mereka.
Bukalah mata kita, Dunia sedang tidak baik-baik saja sahabat!. Tidak sedang baik-baik saja!. Harapan tengah diusung dipundak-pundak kita. Jika bukan kita, siapakah lagi yang akan merasa punya tanggung jawab dalam hal ini?.
Saya takut sahabat. Saya benar-benar cemas. Malah jangan-jangan realitas seperti diatas justru tumbuh menjadi benalu di pohon-pohon keimanan kita tanpa kita sadari. Wah.. jangan sampai! Jangan sampai!. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dalam kataatan kepadaNya dan terus bersemangat untuk menebar benih manfaat pada sesama.
* * *
Saya tidak hendak menjatuhkan pihak-pihak tertentu disini, atau dengan sengaja mencela, menyinggung dan hal-hal sejenisnya. Hanya hendak membagi sedikit bahan renungan untuk kita semua. Sebutlah saja, “sentilan kesadaran”.
Semoga kita menjadi manusia-manusia yang peka menengok carut-marut negeri dan dunia tercinta ini...
Teruntai doa teruntuk seluruh saudara-saudariku
Moga selalu setia menjadi tangan-tangan Ilahi
yang menyentuh lebih banyak hati,
Dan menjadi suara-suara kebaikan
yang terus bernyanyi untuk semesta sekalian. . . ^_^

_Rafiqah Ulfah Masbah_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe