Racun Menghidupkan

Februari 08, 2011



Kuliah sore tadi...
Dosen saya menyempatkan diri menjajak cerita kecil dari sejarah silam.
“Dahulu,” tuturnya, “terdapat seorang Kaisar yang memulai suatu kebiasaan unik.” “Ketika itu ia mencoba menyicipi setetes racun. Berlangsung hari, seperti itu terus, dosisnya pun mulai ditambah sedikit demi sedikit,” “Sampai suatu hari, beberapa musuh hendak mencelakai beliau dalam suatu jamuan pesta. Diracuninya sang Kaisar dengan segelas minuman campuran racun keras. Tapi ajaib, waktu beranjak dan sang Kaisar tampil ‘baik-baik saja’. Mereka tercengang.”
“Satu pelajaran,”lanjut beliau dengan ukiran senyum, “ADAPTASI”.

Pikiranku lalu menerawang, betapa tubuh kita ini dirancang sedemikian apik olehNya. Sistematis jaringan, koneksi, dan mesin-mesin yang tiada pernah berhenti . si jasad kecil ini berorganisasi  saling membaca sandi, membentuk prajurit, membangun benteng, meng-update informasi. Semuanya, hingga tak membiarkan si empu-nya terserang pemberontak yang sejenis kembali. Malah unik, perbendaharaan alat-alat disana, semakin difungsikan semakin keras lajunya. Tak seperti mesin-mesin buah tangan kita yang lalu reot.

Kawan... Aku tak hendak meminta kalian mencoba meniru kebiasaan sang Kaisar, hanya hendak mengajak sahabat mengintip kecil dijendela hikmah yang semakin buram. Menatap penjuru ruang disana dari sisi-sisi lainnya.

Kawan...
Gantilah sesekali kacamata persepsi dengan bening yang lebih tajam.
Jadilah insan yang mau menatap jauh dari dudukan kita sekarang.
Kemudian mengerti, bergegas, berbeda!.

Jadilah kalian sahabat, ‘si penikmat-penikmat kepahitan’, ‘si penghayat-penghayat kelelahan’. Terus demikian,, rasakan seluruh penolakan-penolakan tubuh & jiwa. Lanjutkan saja, tak perlu hirau suara jerit mulanya. Lalu ‘paksakan senyum’. Kemudian rasakan.. semua semakin teduh, semakin tenang, semakin nyaman.  Dan hengkang masa, semua justru baik-baik saja. Lebih baik malah. Wah,, kenapa yah, jerit tadi berganti gelora hangat. Kembali mengambil jawab dosenku, “ADAPTASI!”.

Nah,, kalau sudah begini sahabat. Gak ada alasan untuk tidak memilih ‘Berlelah-lelah’ dong..??. Kan tubuh luar biasa kalian itu dimampukan berevolusi. Jangan disia-siakan hingga karatan begitu saja. Yuk..!! kita cicipi pahitnya perjuangan, tambahkan dosisnya. Dan HIDUPLAH!. BAHAGIA!!!. ^_^


Salam cinta...
RAFIQAH ULFAH MASBAH

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe