‘Utsman ibn ‘Affan

Desember 06, 2010


Untuk lelaki istimewa yang kita bicarakan kali ini, ism-nya Utsman bin Affan. Kuniyah-nya Abu ‘Abdillah. Dia memiliki gelar Dzun Nurain wal Hijratain (pemilik 2 cahaya yang berhijrah 2 kali), ism tashghir-nya adalah ‘Utsaim, begitu Rasulullah memanggilnya. Julukan Dzun Nurain didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah Saw yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.

‘Utsman adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. beliau lahir pada 574 Masehi dari golongan bani Ummayah. Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan Assabiqunal Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). ‘Utsman mewakili karakter pemalu, pemurah dan penuh kelembutan yang menjadi mulia dengan keislamannya.

Beliau tak hanya dikenal pemalu pada manusia, tetapi lebih dari itu, pada Allah. Diriwayatkan bahwa mandinya ‘Utsman tidak dilakukan kecuali dalam rumah yang terkunci rapat, tertutup semua lubangnya, di kamar yang paling terkunci, dalam sebuah bilik rapat di kamar itu, dan dipasang  selubung kain yang tinggi. Itupun, “Utsman masih tak bisa menegakkan punggung karena rasa malu. Ia selalu malu pada Allah. Ia malu, jika nikmat-nikmat Allah tak ia nafkahkan dijalanNya. Maka ribuan unta, 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham menyertai perang Tabuk. Ia malu, jika ia kenyang sementara penduduk Madinah ditimpa paceklik. Maka 1000 unta penuh muatan ia bagikan gratis. Ia malu, jika ia minum air sejuk sementara penduduk Madinah meminum air bacin. Maka dibelinya sumur Raumah, lalu ia wakafkan.

Yang sangat jelas bahwa ‘Utsman memiliki kedudukan terhormat disisi Rasulullah SAW. Dalam suatu Hadits riwayat Muslim, ‘Aisyah menceritakan bahwa ketika Rasulullah terbaring dalam keadaan betisnya terbuka, datang Abu Bakar meminta izin masuk berbincang dan beliau juga tetap dalam keadaan seperti itu.Lalu ‘Umar datang dan beliau juga tetap dalam keadaan seperti itu. Lalu ketika ‘Utsman meminta izin masuk, beliau duduk dan merapikan pakaiannya. Ketika ‘Utsman keluar, ‘Aisyah menanyakan hal itu dan dijawab, “Patutkah aku tidak merasa malu pada lelaki yang para malaikat pun merasa malu kepadanya?”

Setelah wafatnya Umar bin Khatab sebagai khalifah kedua, Suara masyarakat pada saat itu cenderung memilih Utsman menjadi khalifah ketiga disaat umurnya 70 tahun waktu itu. Utsman menjadi khalifah di saat pemerintah Islam telah betul-betul mapan dan terstruktur.

Beliau adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beliau mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid; membangun pertanian, menaklukan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, Rodhes, dan juga membentuk angkatan laut yang kuat. Jasanya yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf.
Selama masa jabatannya, Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang yang lebih kredibel. Namun hal ini banyak membuat sakit hati pejabat yang diturunkan sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh khalifah. Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah. Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan pemberontak, namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam. sebuah sikap yang membuatnya mulia namun juga tak bias dicela. Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada hari Jumat tanggal 17 Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah Saw perihal kematian Utsman yang syahid nantinya. Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.
* * *
Inilah ‘Utsman, Manusia yang malaikat pun malu kepadanya. Pemuda lembut hati yang dua kali Rasulullah nikahkan dengan dua puterinya. Seorang yang gigih menyerahkan harta dan jiwanya untuk membela Islam. Seorang terkasih yang untuknyalah Rasulullah mengulurkan lengannya yang suci dalam Bai’atur Ridhwan demi mendengar orang-orang Quraisy membunuhnya. ketulusannya membela agama Allah, dan cintanya kepada Sang Nabi tak mungkin dipertanyakan. Banyak kisah tentang diri beliau yang tak sempat dipaparkan satu per satu. Ialah ‘Utsman ibn ‘Affan . . .

_Mari mengambil pelajaran dari teladan-teladan sejarah & kehidupan_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe