Sekedar ingin berbagi,tentang yang kita sebut itu "KEHILANGAN"

November 26, 2010

from : my friend ~_~


Apakah anda pernah kehilangan? apakah kehilangan itu?. bagi saya, bahasa kehilangan adalah seumpama sepoci air dari samudra atlantik yang sahabt sodorkan di depan mataku. lantas sahabat katakan dengan air muka dipenuhi kejujuran, "sahabatku, inilah samudra atlantik, aku membawakan buatmu, teguklah, semoga kau dipenuhi kedamaian". sungguh sepoci tak akan sama dengan seluas pandang mata, bukan?.

Kehilangan, setiap kata itu mengambil langkah lepas dari lidah dan bibir kita. selalu saja bulir air dari kolam mata mulai meruap mencari jalan menuju muara. apakah pada sebidang dada sebagai tempat bersandar, atau sebuah sapu tangan kenang-kenangan atau sebuah tikar sembahyang yang dipakai di hari lebaran. kita menumpahkan semuanya di sana. kita menuju laut, pasrahkan diri dalam debur gelombang. dan tentunya menenggelamkan diri dalam palung laut kehilangan.

Kehilangan selalu dapat tiba dalam lembar usia kita, tidak melihat dari ras mana, suku apa, jenis kelamin apa. apakah dia rakyat jelata atau siapapun dia. kehilangan selalu datang setelah sifat cinta bersemayam, "kau mencintainya...maka kau harus tabah saat kehilangan dirinya", begitu ujaran orang-orang tua dahulu di tanah ini. Sekarang saya bertanya kepada sahabt, apakah anda pernah kehilangan? lalu apa yang telah kita temukan dalam kehilangan kita ?.

Saya sering kehilangan, kehilangan orang yang saya cintai dan merasa jauh dari orang-orang yang sangat saya rindukan, kakek yang menuntun saya belajar mengaji sudah lama menghilang, tante yang sering mencubit paha saya waktu kecil sudah lama menghilang, guru tempat saya sering melinangkan air mata saat menatapnya juga telah hilang, banyak sahabat saya, yang saya cintai juga telah hilang, saya kehilangan mereka sebab betapa saya mencintai mereka. Dalam kehilanganku itu, semakin meneguhkan hati saya bahwa suatu ketika saya juga akan menghilang. Meninggalkan kawan-kawan dan mereka yang mencintai saya untuk merasakan kembali buah kehilangan yang sering saya rasakan. Semakin meneguhkan saya bahwa kehilangan sangat erat dengan melihat objek yang kita cintai, mendengar tutur katanya. memandang matanya atau menikmati senyumannya yang duhai itu. Saat semua itu tidak kita dapatkan atau saat kita inginkan, maka kita sekali lagi di terpa badai kehilangan . Itu berulang-ulang terjadi, diseling-selingi kerinduan, kenapa ada rindu? kenapa kita merindukannya ?.

Setelah sekian lama, dari sinilah benang merah saya temukan, ada hubungan tak langsung antara mencintai lalu kehilangan dan merindukan. betapa dia tidak benar-benar menghilang menurut saya, atau setidaknya tidak menghilang secara sempurna. ataupun kalau dia menghilang selalu menjadikan tempat dalam hatiku rumah barunya untuk menyembunyikan diri.

Saat sepoci air jatuh dan pecah. isi samudra menghilang atau menemukan tempat baru dalam hatiku, di dalam hatiku ada kakek yang saban sore ke pasar dengan bersepeda, ada ibu yang sedang menjemur pakaian sambil bernyayi pelan lagu india, ada guruku yang berjalan anggun dengan kopiah putihnya sambil menyodorkan senyum gula ke mataku. semuanya ada sahabt. mereka tidak hilang, mereka selalu ada dalam hati kita.

begitu pula dengan saudaraku, abang Hilal Burhanuddin yang pada status akhirnya menulis :

"My journey still difficult to be enjoyable...
I need more pray from you guys..."


dan, kita kehilangan lagi , namun saya yakin dia pergi dengan membawa kita semua dalam hatinya. begitupun dengan dia yang selalu hidup di hati kita.

untuknya, saya haturkan puisi ini,untuk seorang kawan yang saya mulai mengenalnya

...

Menulis kehilangan di antara cinta dan rindu kepadamu

SETELAH kau temukan
kau mesti kembali ke pantai

kisahkan tualangmu saat menjelma sebiji pasir
yang jatuh di dasar palung

kau tahu, aku selamanya menjelma karang
menanti ombak, menanti badai
menanti mereka yang selalu kabari hikayatmu.

O. Mawar Hitam
O..Anggur Kekasih.

aku tetap karang yang batu
menyulam diri dalam desah terumbu waktu.

kisah perantaumu yang menjejak di tapak Attar
menangkap lirikan burung Srimuraq, adalah nun
yang tak terperi, bagiku.

...

di sini setia
hingga waktu bertukar kisah denganmu
tentang ombak yang ramai
dan palung-palung yang sunyi




tidak ada maksud untuk membuat sedih,namun jujur hanya ingin berbagi untuk apa yang pernah dan akan kita rasakan...,
dan hanya ingin berbagi dengan harapan dapat mengerti lalu tersenyum kembali ^_^

Salam Arif Wicaksono/Benang Kusut..........

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe