Sekat Asa

Maret 23, 2010


-->


Aku tenggelam dalam samudera perih yang dingin.
Geram Menggulung menusuk.
Ku hitung lagi tambalan hati disini.
Ku raba, tak ku gapai.
Simpulannya.
BANYAK !!!

Sukmaku digenang air keruh.
Hati terbungkus sekat.
Mataku hitam melihat titik balik matahari.
Diperaduan, jiwaku menangis.
Mengapa tak mau pergi jua ia.
Setia kah alasan ?
Awan  hitam hanya menjawab nya dengan jarum-jarum bening.
Dan daun-daun memilih gugur
Mendengar cerita kelam di pohon peliharaan
Mungkin bosan.
Mungkin lelah.
Atau menyuruh naluri berpindah dari dudukannya yang tak nyaman.
Entah....
Kekosongan hanya menggelepar pasrah.
Seluruh jasad & batin tunduk tiada akal.

_Rafiqah Ulfah Masbah_

You Might Also Like

0 komentar

Say something!

Subscribe