Mengarahkan Takdir, Mengukir Peta Hidup

Mei 09, 2012




Mimpi adalah konspirasi tak terbatas dengan Tuhan.
_Nendenk ‘nd, Cerpenis_

Banyak orang yang hidup dalam keadaan statis yang ketika ditanyai berdalih, membuat justifikasi mengatas namakan Nasib. “Setiap orang itu sudah memiliki garis hidup,” katanya, “Yah.. mungkin sudah nasib saya punya otak tumpul atau hidup melarat seperti ini.”. Oh ya?. Apa seperti itu?. Hanya sampai disitu sajakah pemahaman kita tentangnya?. Apakah demikian Allah mengajarkan kepada kita?.
            Jika demikian, mengapa firmannya sampai berbunyi. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum, sehingga ia mengubah apa-apa yang ada pada jiwa mereka...” (Ar-Ra’d : 11). Bukankah ini bisa menjadi salah satu patokan, bahwa bagaimanapun, campur tangan kita pada takdir Allah juga berperan.

Mengarahkan takdir
Takdir bukanlah mengenai kesempatan,
Melainkan mengenai pilihan.
Ia bukanlah sesuatu yang kehadirannya ditunggu,
Melainkan sesuatu yang harus diraih.
_William Jennings Bryan_

Di awal  kita telah menyinggung, bahwa segalanya bermula dari apa yang kita pilih dalam hidup ini. Dalam mengarahkan takdir, pilihan-pilihan itulah yang akan menjadi batu loncatan bagi kita, apakah ianya ke depan, atau membuat kita semakin mundur ke belakang.
            Ya. Segalanya adalah pilihan. Antara tidur delapan jam sehari, atau memaksa bangun dibekunya malam untuk bermunajat dan melakukan aktivitas lain. Antara menghabiskan uang dengan perilaku konsumtif, atau justru untuk investasi. Antara menjadi beban, atau justru meringankan beban.
            Segalanya adalah pilihan, antara hidup bermanfaat, atau terhina. Tapi lihatlah prinsip hidup agung tak tergugat seorang mu’min yang hanya mematok dua pilihan  hidup. Antara mati syahid, atau hidup mulia. Subhanallah!.

Tanpa rencana, hidup kita hanya akan disibukkan dengan berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain, tanpa jelas untuk apa. Tanpa rencana, kita akan mencari kerja, bekerja keras, dan melalui semua kesulitan hidup, tanpa tahu untuk apa. Yang hidup dengan rencana - saja, sering dikagetkan oleh kehidupan, apalagi yang santai menua tanpa rencana.
-Mario Teguh-

            Dalam mengarahkan takdir, mulailah dengan menemukan satu tujuan, dan keinginan besar kita akan mengikutinya. Nah, disinilah poin penting selanjutnya, mengukir peta hidup.

Mengukir Peta Hidup
Sebuah cita-cita yang tidak dituliskan,
Hanyalah harapan belaka.

            Dalam sebuah penelitian Mc Corrmack di Harvard Business School, setiap mahasiswa baru akan diwawancarai tentang target-target hidupnya, 10 tahun kemudian, setelah lulus dari sana, mereka kembali di interview satu per satu. Hasilnya menakjubkan. 13 % dari mahasiswa yang sebelumnya memiliki target hidup namun tidak menuliskannya, memiliki pencapaian hidup dua kali lipat lebih besar daripada 89% mahasiswa yang bahkan tidak memiliki target hidup sama sekali sebelumnya. Yang lebih menakjubkan lagi, mahasiswa yang hanya 0,3%,  yang memiliki target hidup kemudian menuliskannya, memiliki pencapaian hidup sepuluh kali lipat lebih besar dibanding yang tidak menuliskannya.
            “Peta hidup merupakan jalur-jalur menggapai tujuan hidup paling akhir.” kata Pak Dwi Henry Cahyono (Gus Uwik) dalam salah satu trainingnya. Karena kita akan menuju sebatas apa yang kita gambarkan dikepala. Tetapi jangan pula melupakan bahwa, ketika sebersit mimpi tidak tergambar secara jelas, mudah bagi manusia melupakannya, dia tidak akan memiliki sesuatu yang kita sebut power.
Kita kemudian bisa membuktikan bagaimana beda antara pemilik peta dibanding si pengembara dengan tangan kosong. Ibarat si buta berjalan tanpa tongkat. Sulit!. Tak berarah!. Jatuh bangun!. Bingung!. Ya. Begitulah kira-kira gambarannya.
            Sahabat, jika bisa diumpamakan, “Manusia itu,” kata Mac Anderson dalam bukunya The Power of Attitude, “seperti batang dinamit. Kekuatannya ada di dalam.”, “Tapi tidak ada yang terjadi hingga sumbunya terbakar.” Peta hidup kita inilah yang akan menjadi apinya. Api yang meledakkan potensi, meladakkan kreatifitas, meledakkan semangat kerja, meledakkan keyakinan untuk kita menyala menyentuh mimpi-mimpi kita.
Jika anda masih ragu dan bertanya mengapa harus dituliskan secara nyata, saya ingin membagi sebuah kisah tentang seorang bernama Mac Anderson tadi, pendiri Successories, Inc., tokoh dalam merancang dan memasarkan produk-produk untuk motivasi dan penghargaan. Dan pelajaran ini ia dapatkan ketika ia masih muda. “Ketika itu saya adalah seorang mahasiswa baru di Murray State University, Kentucky,”ia mulai bercerita. “dan direkrut oleh seorang teman bernama Eddie Grogan untuk menjual buku-buku keluaran Southwestern Company. Perusahaan tersebut sudah menjalani bisnis ini selama lebih dari 100 tahun dan setiap musim panas mempekerjakan beberapa ribu mahasiswa. Saya begitu bergairah dan ingin mencoba pekerjaan itu untuk mendapatkan pengalaman baru dan memperoleh uang tambahan. Akan tetapi ada satu masalah kecil. Ayah tidak ingin saya mengambil pekerjaan itu. Bukan hanya karena ayah tidak ingin saya melakukan pekerjaan tersebut. Namun beliau juga berpikir saya tidak akan mampu.
            Dan begitulah. Sekarang saya memiliki sebuah misi. Seorang anak yang akan membuktikan bahwa pikiran ayahnya salah.
            Bagaimanapun juga musim panas datang, dan perasaan ragu menyelinap di dada. Lebih jauh lagi, saya sadar bahwa ini akan menjadi pekerjaan yang sulit—lebih dari enam puluh jam per minggu selama tiga bulan. Mungkin saya tidak memiliki kedisiplinan untuk itu atau mungkin saya tidak bisa menghadapi penolakan dari penjualan langsung yang dilakukan dari pintu ke pintu.
            Namun demikian, pada akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba. Sebuah kesempatan untuk membuktikan bahwa ayah salah menyikapi keraguan dan ketakutanku. Saya menulis sepucuk surat untuk diri sendiri dan berjanji akan membacanya setiap hari. Saya masih menyimpan surat  tersebut, dan inilah isinya:

Dear Mac,
            Ini adalah sebuah kesempatan seumur hidup. Kau akan mengetahui terbuat dari apa dirimu. Ayahmu berfikir kau tidak bisa melakukannya. Kau bisa membuktikan bahwa dia salah. Ini tidak akan mudah dan saya yakin nantinya kau akan seringkali ingin berhenti. Bertahanlah di sana dengan setiap ketekunan yang bisa kau kerahkan.
            Dan pada akhir musim panas ini, ketika kau memandang ke cermin. . .  ucapkan dengan bangga. . .  saya berhasil.
            Buat ia bangga untuk mengatakan, ini putra saya.

            Nah, apakah saya memang membuat ayah bangga? Anda pasti yakin bahwa saya berhasil. Dari sekian ribu mahasiswa dari sejumlah universitas di seluruh penjuru negeri, saya berhasil meraih posisi ketujuh dalam penjualan untuk musim panas itu. Tetapi yang jauh lebih penting, saya telah membuktikan bahwa saya memiliki keberanian dan kedisiplinan untuk melalui masalah tersebut. Hal ini juga menjadi dorongan besar bagi rasa percaya diri saya. Sering saya tanyakan pada diri saya sendiri apakah saya akan berhasil tanpa surat yang saya tulis itu? Dan jawaban yang kembali muncul dalam pikiran saya adalah. . . Tidak! Saya merasa yakin seratus persen bahwa perbedaan dalam kesuksesan atau kegagalan pada musim panas itu adalah karena 84 kata yang saya tulis pada selembar kertas buku catatan itu. Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan sungguh kuat: disiplin, kerja keras, cita-cita. Namun hal paling penting yang saya pelajari adalah kekuatan dari kata-kata  ketika dirangkaikan menjadi satu tujuan.”
            Sekarang, jika anda sudah memahami betapa pentingnya menuliskan bahkan sekedar sebentuk kecil mimpi anda, mulailah disini, dengan menemukan  tujuan hidup anda. Awal-awal anda mungkin masih samar mengenalinya. Ada beberapa langkah yang memungkinkan untuk anda lakukan, salah satunya seperti dr. Andhyka Sedyawan katakan dalam salah satu trainingnya, Amazing You, adalah membuat Nisan diri. Tuliskan segala hal yang anda ingin dunia kenal dan kenang tentang diri anda sekiranya anda telah tiada. Disitulah mungkin akhirnya anda mampu meraba-raba hal yang sungguh-sungguh anda punya untuk diwujudkan. Berikut juga ada dua tips praktis untuk memudahkan anda menemukan jawabannya :
1.                 Pertama, Sadarilah bahwa Anda adalah spesial, Kita semua adalah unik dan memiliki bakat khusus. List hal-hal yang menjadi kekuatan & kelemahan Anda. Ingat ini. Dapatkan pula umpan balik dari orang terpercaya disekitar anda. Sehingga anda akan mendapatkan gambaran realistis mengenai bakat-bakat Anda.
2.                 Kedua, Temukan apa yang membuat Anda bersemangat—Temukan keinginan besar Anda & berusahalah dengan keras untuk menyemangati hidup. Namun demikian, jangan abaikan peringatan ini... bersabarlah. Tujuan dalam hidup mungkin tidak muncul ke permukaan dalam semalam, namun seperti halnya cinta, ia akan menemukan kita saat kita benar-benar mengharapkannya.
    Sahabat-sahabat saya yang baik, ketika segalanya kian terang untuk anda. Maka, mulailah sekarang. Saat ini juga. Gambarkan peta hidup itu secara nyata.gambarkan dengan rinci, akan kemana anda, akan berbuat apa, atau akan seperti apa anda kedepannya. Jika perlu tempelkan peta hidup itu dengan gamblang dan besar di dinding kamar anda, atau disampul diary harian anda. Setelah itu, serahkan pena dan penghapusnya kepada Allah. Biarkan ia yang menghapus apa yang tak layak, dan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan ingatlah ini. Optimis. Karena kesuksesan itu adalah hak semua orang, kemuliaan itu adalah hak kita semua. Asal, kita mau BERUSAHA.
   Nah, dengan demikian. Berarti kesiapan itu sudah ditangan. Untuk konsekuensi baik maupun buruknya, untuk perjalanan yang akan menyenangkan dan menyembilunya, untuk air mata yang harus tertumpah, keringat yang mesti tercurah, lelah yang harus dibayar, Anda siap. Sudah siap. Segera kita akan berkompetisi bersama. Dan Rasulullah beserta para sahabat dan mujahid lainnya sudah menunggu kita membersamai mereka di mimbar kemenangan. Lihatlah kesana!. Di ujung jalan itu kita akan bertemu, untuk bersama melepas senyum, menyampai selamat atas keberhasilan kita menempuh jalan-jalan yang telah kita buat dengan indah. Saya, tentu berharap, kelak anda ada disana, menjadi bagian dari kelegaan terbesar. Sahabat, sekali lagi, mengambil kata-kata bergairah kak Nendeng ‘nd, karena mimpi adalah konspirasi tak terbatas dengan Tuhan. Selamat bermimpi.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Pengen nangis ngebacanya
    dan jawabannya adalah
    sabar atau kesabaran
    why.........

    BalasHapus

Say something!

Subscribe